Breaking News:

RHK Kamis 6 Januari 2022

RENUNGAN HARIAN KELUARGA 2 Tawarik 27:5 - Kalahkan Kejahatan Dengan Kebaikan

Di zaman yang semakin kompetitif ini, ada orang beranggapan bahwa untuk maju dan berhasil harus mengalahkan orang lain.

Editor: Aswin_Lumintang
ilustrasi 

2 Tawarik 27:5
"Ia berperang melawan raja bani Amon dan mengalahkannya, sehingga pada tahun itu juga bani Amon membayar kepadanya seratus talenta perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai. Juga pada tahun kedua dan ketiga bani Amon membawa upeti itu kepadanya. "
------------------------------------------------

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di zaman yang semakin kompetitif ini, ada orang beranggapan bahwa untuk maju dan berhasil harus mengalahkan orang lain. Akibatnya banyak orang yang menghalalkan segala cara demi ambisi dan kepentingannya sendiri.

Bacaan hari ini menceritakan bahwa raja Yotam mengalahkan raja bani Amon. Siapa bani Amon ini. Bani Amon adalah keturunan Lot, keponakan Abraham. Di dalam Alkitab dicatat pertikaian yang terus menerus di antara bani Amon dan Israel.

Mereka selalu berperang melawan Israel. Kitab Keluaran mencatat, mereka melarang Israel melewati wilayah mereka. Sedangkan menurut kitab Hakim-hakim, mereka berkolaborasi dengan Eglon, raja Moab melawan Israel.

Demi mempertahankan keamanan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, raja Yotam memperkuat kekuatan militer untuk mengalahkan bani Amon yang bertindak semena-mena terhadap rakyat Yehuda. Raja Yotam berhasil mengalahkan bani Amon. Konskuensinya, mereka harus membayar upeti berupa seratus talenta perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai.

Sebagai keluarga kristen, kita hidup di zaman yang berbeda dengan raja Yotam, di mana ia berperang demi kebaikan rakyatnya. Kendati permasalahan dan tantangan semakin kompleks, kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan Yesus mengajarkan kita, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44).

Jika saat ini kita berperang, bukan melawan darah dan daging, melainkan kuasa dunia yang gelap dan roh-roh jahat. Untuk mengalahkannya kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Ef 6:12).
Sejatinya, kita tidak menggunakan senjata fisik untuk bertindak anarkhis melainkan senjata kebenaran untuk melakukan kebaikan.

Sebagai keluarga kristen, kita dipanggil Tuhan untuk terus menabur kebaikan demi kesejahteraan umat ciptaan. Taburlah kebaikan dan semaikanlah cinta di hati anggota keluarga kita, supaya kita dapat menang menghadapi kejahatan dunia ini. Amin.

DOA: Tuhan Yesus, berikanlah kami perlengkapan rohani untuk berjuang menabur kasih dan kebaikan bagi mereka yang ada di sekitar kami. Amin.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved