Breaking News:

Berita Talaud

Mantan Bupati Talaud Sri Manalip Jalani Sidang Pledoi di Pengadilan Negeri Manado

Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) kembali menjalani sidang dugaan kasus korupsi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Talaud

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Menjelang sidang pledoi dengan terdakwa Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di Pengadilan Negeri Manado, Kamis (6/1/2022) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) kembali menjalani sidang dugaan kasus korupsi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (6/1/2022).

Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Manado ini beragendakan pembacaan pembelaan (pledoi) dari pihak Sri.

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Edy Darma Putra.

Sama seperti sidang-sidang sebelumnya, Sri didampingi oleh pihak keluarga dan sanak saudara sehingga ruang sidang tampak penuh.

Tak hanya ketiga anaknya, suami Sri Manalip, Armando Pardede juga datang mendampingi.

Sri tampak mengenakan pakaian rapi dan menyapa semua orang yang ada di ruang sidang.

Ia tampak tenang dan siap menjalani sidang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri dituntut empat tahun penjara karena terbukti menerima gratifikasi menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penerimaan gratifikasi tersebut terjadi ketika ia menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud periode 2014-2019.

Ia didakwa Pasal 12B UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 65 KUHP karena menerima uang Rp 10.845.500.000.

Selain dituntut pidana penjara, Sri Manalip juga dikenakan denda Rp 200 juta subsider kurungan tiga bulan.

Sri Manalip juga diminta memberi uang pengganti sejumlah Rp 10.845.500.000.

Jika tidak bisa dipenuhi, maka sesuai Pasal 18 UU Tipikor 1999 jaksa berhak menyita harta benda Sri Manalip untuk dilelang kemudian dibayarkan sebagai uang pengganti.

Namun jika hasil dari pelelangan harta tidak mencukupi untuk dijadikan uang pengganti, maka Sri dikenakan pidana dua tahun penjara.(*)

Baca juga: Bocah Ini Disekap di Rumah yang Terbakar dengan Keadaan Dirantai Diikat ke Velg Mobil

Baca juga: Profil Karame FC, Berawal dari Pinggir Sungai di Kota Manado hingga Ikuti Turnamen Nasional

Baca juga: Unggahan Pertama Rachel Vennya Setelah Kasus Kabur dari Karantina, Sebut 2021 Tahun Terberat

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved