Breaking News:

Berita Sulut

6 Permintaan Walhi Sulut ke Pihak Perusahaan dan Polisi, Terkait Tambang di Pinasungkulan Bitung

Walhi Sulut sangat mengecam kejadian yang diduga akibat aktivitas blasting PT. MSM. Hal itu menjadi perhatian khusus Ketua Walhi Sulut

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Chintya Rantung
fistel mukuan/tribun manado
Theo Runtuwene Ketua Walhi Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Jalan Likupang - Bitung putus akibat longsor diduga turut disebabkan aktivitas perusahaan pertambangan PT MSM/TTN di Wilayah Kelurahan Pinasungkulan Bitung.

Hal itu menjadi perhatian khusus Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Utara (Sulut) Theo Runtuwene.

Kepada tribunmanado.co.id Theo sampaikan Walhi Sulut sangat mengecam kejadian yang diduga akibat aktivitas blasting PT. MSM.

Menurutnya, jika benar terbukti maka Walhi Sulut meminta enam hal kepada perusahaan dan kepolisian.

"Pertama, aparat penegak hukum dan dinas-dinas terkait untuk bekerja dengan jujur dan benar," katanya.

Lanjut, Theo hormati hak-hak ulayat dan kepentingan masyarakat adat, masyarakat lainnya yang melakukan aktifitas di sekitar wilayah pertambangan dan akses jalan yang putus ini jelas merupakan kerugian bagi warga baik dari segi ekonomi sosial dan lingkungan.

Walhi juga meminta pihak perusahaan tolong beri rasa keadilan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jangan seenaknya melakukan aktifitas pertambangan dan tidak memikirkan resiko dan dampak bagi masyarakat," tegas Theo.

Hal kedua disampaikannya, Walhi meminta pada aparat penegak hukum untuk tindak tegas perusahaan yang melakukan tindakan diluar analisis dampak lingkungan sesuai aturan hukum, baik dan benar.

Hal ketiga bagi Theo meminta PT. MSM berhenti melakukan kerja-kerja blasting mendekati wilayah pemukiman warga, karena ini ancaman bagi warga sekitar.

"Keempat, kami meminta instansi-instansi terkait mengkaji ulang semua titik-titik perizinan PT. MSM, karena ini penting menyangkut hajat hidup orang banyak," tegasnya lagi.

Kelima disampaikan Theo bahwa wilayah-wilayah hutan lindung yang masih menjadi masalah dan diduga sudah dimasuki oleh pihak PT. MSM untuk kiranya aparat Kepolisian dan Kejaksaan jangan tutup mata dan pilih-pilih perkara.

"Keenam, Walhi Sulut menolak semua aktivitas perusahaan ini karena disinyalir ada pelanggaran-pelanggaran pidana lingkungan yg ditutupi pemerintah dan aparat penegak hukum.

Masyarakat harus bangkit melawan dan melihat ancaman nyata serius di depan mata ini," pungkasnya.(fis)

Baca juga: Kecelakaan Tadi Pukul 09.30 Wita, Siswa SD Bonceng 3 Alami Tabrakan, Oleng Lalu Jatuh Ke Bahu Jalan

Baca juga: Kabar Terbaru Melinda Cinta Satu Malam, Stop jadi Artis, Penampilan Berubah, Setia Dampingi Suami

Baca juga: Unggahan Pertama Rachel Vennya Setelah Kasus Kabur dari Karantina, Sebut 2021 Tahun Terberat

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved