Breaking News:

Berita Manado

Meski Berada di Tengah Kendaraan Besi, Sosiolog UNIMA Menilai Bendi Masih Diminati Masyarakat

Delman atau yang lebih dikenal sebagai bendi di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu alat transportasi tradisional.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Beberapa bendi yang ngetem di Pasar Bersehati, Jalan Nusantara, Calaca, Wenang, Manado, Sulut, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Delman atau yang lebih dikenal sebagai bendi di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu alat transportasi tradisional.

Bendi kebanyakan beroperasi di daerah-daerah kecil seperti Kawangkoan dan Langowan di Minahasa.

Tak hanya di pedesaan, pada umumnya bendi juga beroperasi di kota seperti Manado, Tomohon, dan Tondano.

Sebelum masuknya bemo di Manado, bendi merupakan sarana transportasi utama.

Bahkan pada tahun 1970an-1990an masih banyak dijumpai di Pasar Bersehati dan Karombasan.

"Hal tersebut menandakan penggunaan bendi selain alat angkut manusia juga sebagai alat angkut barang di pasar-pasar. Kalau di Tomohon dan Tondano pada umumnya digunakan sebagai alat angkut utama penumpang," terang Sosiolog Ferdinand Kerebungu ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Selasa (4/1/2022).

Dengan berkembangannya tekonologi otomotif yang mendorong pembaruan saran transportasi besi saat ini, bendi masih eksis walaupun jumlahnya sudah jauh berkurang.

Di Kota Manado bendi masih kelihatan beroperasi di Pasar Karombasan dan Pasar Bersehati.

"Kalau di Tomohon masih cukup eksis dan bersaing dgn Ojol. Hal ini dikarenakan tarif bendi murah dan masih banyak diminati masyarakat," tambah Ferdinand.

Untuk melestarikan keberadaan bendi, pemerintah diharapkan bisa membuat jalur khusus bendi seperti di Yogyakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved