Kasus Habib Bahar Smith

Kasus Dugaan Berita Hoaks Bahar Smith Ternyata Ada Tersangka Lain, Polisi Sebut Sengaja Bikin Onar

Selain Bahar bin Smith yang dijadikan tersangka, Polisi juga menetapkan TR atas kasus dugaan berita hoaks.

Editor: Frandi Piring
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Bahar Smith sambangi Polda Jabar atas kasus berita bohong alias hoaks. Ada tersangka lain, yakni pengunggah video ceramahnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selain Bahar bin Smith yang dijadikan tersangka, pihak Kepolisian juga menetapkan TR, pengunggah video ceramah Bahar Smith yang diduga mengandung unsur berita bohong alias hoaks sebagai tersangka.

"Penyidik telah meningkatkan status hukum saudara BS dan TR menjadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Senin (3/1/2022).

Pihak Kepolisian sempat melakukan penggeledahan di kediaman TR, dan mendapatkan sejumlah barang bukti yakni terdiri dari unit ponsel, laptop, akun chanel media youtube atas nama TR dan email.

TR pun dilakukan pemanggilan di hari dan waktu yang bersamaan dengan Bahar, yakni pada Senin (3/1/2022).

Setelah berjam-jam dimintai keterangan, termasuk tahapan penyidikan, pemeriksaan, hingga gelar perkara, TR pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, penyidik telah meminta keterangan kepada 33 orang saksi, dan 19 saksi ahli dengan total keseluruhan sebanyak 52 orang. Tak hanya itu, polisi juga menyita 12 item yang menjadi barang bukti.

"Penyidik juga melakukan pemeriksaan kepada saudara BS dan TR sesuai dengan surat panggilan yang sudah kami berikan," kata Arief.

Diberitakan, bahwa kasus yang menjerat Bahar bin Smith dan TR ini dilimpahkan ke Mapolda Jabar pada tanggal 17 Desember 2021 dengan pertimbangan kejadian perkara dan saksi-saksi berada di wilayah Hukum Mapolda Jabar.

"Adapun laporan polisi tersebut yaitu terkait dengan menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat," kata Arief.

Hal tersebut, kata Arief, diatur dalam pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 juncto 45 a UU ITE juncto Pasal 55 KUHP.

Kronologisnya, kata Arief, kasus Bahar ini dilaporkan TNA, terkait  kegiatan ceramah Bahar pada tanggal 11 Desember 2021 di Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Berkaitan dengan ucapan saudara BS saat ceramah yang mengandung berita bohong," kata Arief.

Rekaman ceramah tersebut kemudian di unggah atau di transmisikan oleh TR ke akun Youtube miliknya.

"Kemudian disebarkan atau ditransmisikan sehingga viral di media sosial, itulah yang menjadi pokok perkara pidana yang sedang disidik oleh Polda Jabar," ucap Arief.

(Kompas.com)

Tautan:

https://bandung.kompas.com/read/2022/01/04/052207378/selain-bahar-bin-smith-pengunggah-video-ceramah-juga-jadi-tersangka?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Kasus Habib Bahar Smith
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved