Nasional

Kabar Terbaru Moeldoko, Kini Ungkap Cara 'Taklukkan' Papua, Tak Pakai Militer

"Sejak awal, Pemerintah Indonesia memahami dan menyadari bahwa isu Papua tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan militer," kata Moeldoko.

Editor: Frandi Piring
Instagram@dr_moeldoko
Kabar Terbaru Moeldoko, Ungkap Cara Taklukkan KKB, Tak Pakai Militer. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru datang dari Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengungkapkan pemerintah Indonesia kini melakukan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap Papua.

Mantan Panglima TNI itu kini menyoroti keadaan yang ada di Papua.

Sebe;umnya menggunakan cara berbasis pada pendekatan militer, kini diubah menjadi pendekatan komprehensif.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat bertemu dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Burnett, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (4/1/2022).

"Sejak awal, Pemerintah Indonesia memahami dan menyadari bahwa isu Papua tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan militer," kata Moeldoko.

"Pendekatan komprehensif jauh lebih dikedepankan, karena masalah pendidikan, masalah kesehatan dan kemiskinan harus kita selesaikan dan ini penting bagi Indonesia," sambungnya.

Untuk itu, lanjutnya, baru-baru ini pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2020 yang isinya adalah percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat yang programnya dipimpin oleh Bapak Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Namun, Moeldoko tidak memungkiri adanya fenomena baru yang berkembang di Papua karena kelompok bersenjata mulai menyerang fasilitas umum seperti sekolah dan bahkan menargetkan penyerangan terhadap guru dan para dokter.

Ia pun mengatakan bahwa Ini persoalan yang tidak bisa diabaikan.

Namun, walaupun begitu, pemerintah Indonesia mengirimkan tentara ke Papua untuk membantu pihak kepolisian, bukan untuk tujuan operasi militer.

Moeldoko menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan di Papua adalah untuk pengamanan perbatasan.

"Sewaktu saya masih menjabat sebagai Panglima TNI, doktrin saya kepada prajurit saya adalah bahwa tentara yang akan berangkat ke Papua harus menaruh cangkul di depan,

senjata dikalungkan belakang. Itu artinya pendekatan kesejahteraan adalah nomor satu," lanjut mantan Panglima TNI tersebut.

Maknanya adalah kedatangan prajurit harus bisa mengubah situasi sulit jadi mudah dan miskin menjadi sejahtera.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved