Breaking News:

Budaya

Tradisi Figura Khas Manado di Awal Tahun, Pria Berdandan Ala Wanita, Dulunya untuk Menipu Roh Jahat

Figura biasa dilombakan. Atau diadakan sebuah perkumpulan dengan tujuan mencari dana. Suasana figura santai dan penuh gelak tawa.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Foto para peserta figura di Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pria berdandan ala wanita. Memakai rok, wig dan bibir dilipstik. 

Mereka jalan keliling desa sambil bernyanyi dan berjoged. 

Ini bukan parade Waria. Tapi tradisi awal tahun di Sulawesi Utara yang disebut Figura

Figura biasa dilombakan. Atau diadakan sebuah perkumpulan dengan tujuan mencari dana. Suasana figura santai dan penuh gelak tawa.

Dulunya figura tidak begitu. Figura berakar dari tradisi warga setempat untuk menipu roh jahat.

Tradisi itu kemudian menyatu dengan kebudayaan Spanyol yang masuk di Sulawesi Utara melalui pesisir utara provinsi ini, termasuk di Minahasa Utara.

Nama Figura sendiri kemungkinan dari bahasa Spanyol yang artinya angka atau figur. Meski tradisi ini tidak dikenal di Spanyol

Tokoh masyarakat Desa Kema Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara Max Cornelez menyatakan, Figura merupakan tradisi warga Kema keturunan Borgo Spanyol yang telah menyebar ke seluruh Sulut.

Dikatakannya, dahulu Kema terkenal dengan ilmunya hingga Figura pun berbau mistis.

"Namun kini sudah tak pakai ilmu lagi, semua sudah ditaklukkan oleh injil Kristus, Figura kini justru jadi semacam ajang cari dana untuk gereja," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved