Breaking News:

Berita Sitaro

Kabupaten Sitaro Masuk Daftar Daerah Siaga Banjir, Berlaku 2 Januari 2022

Hasil analisis data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Impact Based Forecast (IBF)

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
Octavian Hermanses/Tribun manado
Kalak BPBD Sitaro, Joicson Sagune. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masuk dalam daftar daerah siaga bencana banjir.

Kondisi ini berdasarkan hasil analisis data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Impact Based Forecast (IBF) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan InaRisk.

Selain Kabupaten Sitaro, beberapa daerah lainnya di Sulawesi Utara seperti Minahasa, Minahasa Utara serta Kota Manado juga masuk dalam daftar potensi banjir yang berlaku Minggu, 2 Januari 2022.

Dalam keterangan disebutkan, daerah-daerah tersebut termasuk daerah dengan tingkat historikal banjir tertinggi berdasarkan DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia).

Kepada pemerintah daerah untuk dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan, baik terkair curah hujan, tinggi muka air dan potensi risiko di wilayah genangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam mobilisasi tim siaga bencana dan sumberdaya, menyiapkan tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan serta menyiapkan kebutuhan logistik dan peralatan dan membantu evakuasi kelompok rentan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Joicson Sagune membenarkan adanya pemberlakuan status siaga banjir untuk wilayah Kabupaten Sitaro.

"Karenanya diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan dan petunjuk pemerintah daerah maupun kepala-kepala wilayah di daerah masing-masing," ujar Sagune, Minggu (2/1/2022).

Sebagaimana anjuran dari BMKG maupun BNPB, masyarakat juga diminta untuk memantau kondisi terkini lapangan serta koordinasi dengan aparatur Desa dan menyiapkan evakuasi.

"Sebaiknya juga membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau pun dalam kondisi terdesak harus ke luar rumah, maka diminta untuk menghindari pohon besar maupun hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya," ungkap Sagune.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved