Konflik di Afghanistan

Ashraf Ghani Ungkap Detik-detik Memilih Meninggalkan Afghanistan saat Dikuasai Taliban

Sempat disorot dengan berbagai tudingan miring saat meninggalkan Negara Afghanistan yang dipimpinnya, ketika diambilalih Taliban.

Editor: Aswin_Lumintang
WAKIL KOHSAR / AFP
Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KABUL - Sempat disorot dengan berbagai tudingan miring saat meninggalkan Negara Afghanistan yang dipimpinnya, ketika diambilalih Taliban.

Ashraf Ghani yan kini hidup di pengasingan memberikan klarifikasi terhadap perbagai tudingan miring tersebut.

Baca juga: Berikut Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Jelang Tahun Baru 2022

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengaku tak punya pilihan selain tiba-tiba meninggalkan Kabul ketika Taliban mengambil alih.

Ghani membantah laporan mantan pejabat Afghanistan dan AS yang menyebut ada kesepakatan yang tengah dirundingkan untuk pengambilalihan secara damai.

Ashraf Ghani
Ashraf Ghani ((AFP/FACEBOOK))

Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Kamis (30/12/2021), Ghani mengatakan bahwa seorang penasihat memberinya waktu hanya beberapa menit untuk memutuskan meninggalkan Ibu Kota Kabul.

Ia juga membantah tuduhan yang beredar luas bahwa dia meninggalkan Afghanistan dengan jutaan uang curian.

"Saya ingin dengan tegas menyatakan, saya tidak membawa uang ke luar negeri," katanya.

“Gaya hidup saya diketahui semua orang. Apa yang akan saya lakukan dengan uang?" ujarnya.

Dilansir Al Jazeera, kepergian Ghani yang mendadak dan terkesan dirahasiakan pada 15 Agustus 2021 membuat Afghanistan tak berdaya saat pasukan AS dan NATO berada di tahap akhir penarikan mereka.

"Pada pagi hari itu, saya tidak punya firasat bahwa sore hari saya akan pergi," tuturnya kepada radio BBC.

Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris Setelah Manchester United Menang Tadi Dini Hari Jumat (31/12/2021)

Baca juga: Merasa Kasihan pada Doddy Sudrajat, Medina Zein: Dia Rawat Vanessa Sampai 16 Tahun

Pernyataannya bertentangan dengan klaim narasumber lain.

Mantan Presiden Hamid Karzai mengatakan kepada kantor berita AP dalam sebuah wawancara awal bulan ini bahwa kepergian Ghani telah membatalkan kesempatan bagi negosiator pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Taliban.

Sebelumnya, Taliban berkomitmen untuk tinggal di luar Ibu Kota.

Ghani dalam wawancara dengan Jenderal Sir Nick Carter, mantan kepala staf pertahanan, mengatakan ia melarikan diri "untuk mencegah kehancuran Kabul".

Ia mengklaim dua faksi Taliban yang bersaing menyerang kota itu dan siap untuk masuk dan melancarkan serangan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved