Breaking News:

Berita Sangihe

Gunung Awu di Sangihe Masih Status Waspada, tak Boleh Ada Aktivitas di Radius 1 Km dari Puncak

Gunung Api di Kepulauan Sangihe, Sulut masih berstatus level II atau waspada.Gunung Awu naik status ke level waspada

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Dok. PVMBG
Gunung Awu dipandang dari pos pengamatan di Tahuna, Kep. Sangihe, Selas (28/12/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Gunung Api di Kepulauan Sangihe, Sulut masih berstatus level II atau waspada.

Gunung Awu naik status ke level waspada sejak Minggu 12 Desember 2021 lalu.

Subkoordinator Mitigasi Gunung api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana menjelaskan, sampai saat ini Gunung Awu belum berubah statusnya.

"Masih level II, waspada. Hal itu mengacu pada aktivitas kegempaan yang dipantau setiap hari," jelas Devy kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (29/12/2021).

Dengan masih bertahannya status waspada, kata Devy, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati.

Khususnya mereka yang biasa beraktivitas di lereng gunung yang berada di ketinggian 1320 mdpl tersebut.

Secara khusus, diimbau kepada masyarakat sekitar maupun pengunjung agar tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 1 kilometet dari puncak Gunung Awu.

Gunung Awu secara historis termasuk gunung api yang paling banyak mengakibatkan korban jiwa di antara gunung api lainnya di Sulut.

Gunung Awu paling mematikan keempat di Indonesia setelah Tambora, Krakatau dan Kelud, dengan total setidaknya 5.301 korban jiwa.

Gunung Awu tercatat mengalami erupsi terakhirnya pada Juni 2004 dan menghasilkan kolom erupsi setinggi 2 kilometer di atas puncak dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya. 

Kubah lava ini memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter.

Masyarakat di sekitar Gunung Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat," jelas Devy.

Lanjut dia, masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi Gunung Awu setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id.

Bisa juga melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.(ndo)

Tentang Sangihe

Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000.

Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 736,98 km².

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao, (Filipina) serta berada di bibir Samudera Pasifik.

Wilayah kabupaten ini meliputi 3 klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe dan Klaster Perbatasan, yang memiliki batas perairan internasional dengan provinsi Davao del Sur, Filipina.

Saat ini Kabupaten Kepulauan Sangihe dipimpin oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana. (Nel)

Baca juga: Si Mungil dari Thailand yang Bisa Bikin Timnas Indonesia Kewalahan Jika Tak Dijaga Baik-baik

Baca juga: Berikut Daftar 7 Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Baca juga: Sheila Marcia Tak Tega Dimas Akira Dituding Lakukan KDRT, Beri Klarifikasi soal Isu yang Beredar

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved