Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Rabu 29 Desember 2021

BACAAN ALKITAB Matius 2:7-8 Siasat Jahat Demi Kekuasaan

Bagi orang percaya dan beriman, kelahiran Sang Juruselamat, menguatkan dan menyelamatkan.

Editor: Aswin_Lumintang
http://gambaryesus.blogspot.com/
Foto: Cerita Kelahiran Yesus Kristus di Kandang Domba - Perayaan Hari Natal 

Matius 2:7-8
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi orang percaya dan beriman, kelahiran Sang Juruselamat, menguatkan dan menyelamatkan. Tapi bagi orang yang tidak percaya, seperti raja Herodes, hal itu menakutkan dan mengancam. Herodes merasa terancam, maka dia menyusun siasat untuk membunuh Sang Mesias.

Setelah menelusuri kebenaran kabar gembira bagi seluruh dunia tapi kekuatiran bagi dirinya sendiri dari para imam kepala dan ahli-ahli Taurat, maka Herodes pun berusaha mengelabui para Majus yang datang dengan ketulusan hati itu. Dengan siasat dan taktik jahatnya, dia meneliti tentang keberadaan dari bintang penunjuk sekaligus Bayi Ajaib itu lahir.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Kemudian seakan-akan mendukung orang Majus, dia menyuruh mereka pergi ke Betlehem menyelidiki dengan seksama Bayi Yesus. Sebab, menurutnya dia juga akan pergi menemui Bayi itu untuk menyembahnya. Padahal itu semua tipu muslihat dan hanya sebuah siasat jahat untuk membunuh Yesus.

Herodes menyembunyikan akal bulusnya dengan pura-pura tulus untuk menemui Yesus dan menyembahnya. Padahal sesungguhnya, sebaliknya. Dia meyakinkan orang Majus dengan "akal-akalan" yang penuh kemunafikan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."  (ay 7, 8)

Orang kalau sedang dalam keadaan takut dan kuatir, memang cenderung paranoit. Bisa panik dan melakukan apa saja untuk menyelamatkan diri. Demikian juga dengan Herodes. Ada kekalutan dalam hati dan bathinnya sehubungan dengan adanya kabar kelahiran seorang Raja Dunia, Pemimpin terbesar di dunia. Sebab memang Dialah Pemimpin umat dari kekal sampai kekal selamanya.

Strategi kepura-puraan, taktik kemunafikan dengan jerat lidah yang berkata dusta pun dipakai Herodes untuk mengibuli para cetdik cendekia, orang-orang bijaksana dari Timur itu. Bagi Herodes, hanya satu yang akan dilakukannya: melenyapkan atau membunuh Sang Raja Damai sejak masih bayi. Sebelum beranjak dewasa, tentu dia harus menghabisi-Nya. Itu niatan jahat dalam skenario siasat yang hendak dilakukan Herodes.

Begitulah orang kalau sedang dimabuk kekuasaan, harta dan kehormatan serta kejayaan. Lupa diri dan siapapun yang berpotensi jadi kompetitor, pasti dihancurkan dengan segala cara. Lebih cepat lebih baik. Sehingga kekuasaan dan kejayaannya langgeng, tanpa gangguan yang berarti.

Sikap kemanusiaan Herodes ini janganlah kiranya terjadi atas kita yang sedang berkuasa atau menginginkan kekuasaan. Siapapun yang berpotensi jadi saingan atau lawan sudah dibunuh. Apalagi hanya karena mendukung lawan atau hanya dianggap mendukung lawan politik, sehingga kita melakukan pembunuhan, termasuk pembunuhan karakter.

Orang Kristen diajarkan untuk mengasihi semua orang. Musuh saja di kasihi, apalagi sesama anggota jemaat, sesama saudara, sesama masyarakat negeri tercinta. Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa siapa yang ingin jadi pemimpin, hendaklah dia menjadi pelayan dan mengasihi sesama lebih sungguh lagi. Sebab, soal siapa yang akan menjadi pemimpin, Tuhan menyediakan dan mengaturnya secara baik dan tertib untuk kita.

Janganlah serakah seperti Herodes. Janganlah gila jabatan. Jangan menghalalkan segala cara untuk merebut dan mempertahankan jabatan atau kekuasaan. Tapi lakukanlah segala sesuatu dalam takut akan Tuhan.

Niscaya segala sesuatu yang kita lakukan Tuhan buat sukses, lancar melebihi apa yang kita inginkan, harapkan dan bayangkan. Karena Tuhan selalu punya rancangan yang indah dan penuh damai sejahtera bagi kita dan keluarga.

Karena itu berharaplah dan bersandarlah pada-Nya. Lakukanlah yang baik. Kasihilah sesamamu dan takutlah akan Tuhan, bukan takut pada -- kehilangan kekuasaan. Sebab Tuhan pasti telah menyiapkan bagi kita melebihi yang kita usahakan. Asal kita hidup sesuai kehendak-Nya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami melakukan segala sesuatu yang baik yang berkenan pada-Mu, dan tidak menghalalkan segala cara. Tapi pakailah kami jadi berkat bagi semua orang demi kemuliaan-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved