Berita Sulut
Premium-Pertalite Dihapus, ALFI: Cepat atau Lambat Solar Menyusul
Pemerintah berencana menghapus jenis bahan bakar minyak (BBM) Premium dan Pertalite secara bertahap pada tahun 2022.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah berencana menghapus jenis bahan bakar minyak (BBM) Premium dan Pertalite secara bertahap pada tahun 2022.
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) pun ikut bereaksi atas kebijakan yang akan diterapkan bertahap mulai tahun depan itu.
Ramlan Irfan, Sekretaris ALFI Sulut mengatakan, memang secara langsung penghapusan BBM Premium dan Pertalite tidak mempengaruhi angkutan logistik dan forwarder, karena kebanyakan angkutan logistik menggunakan solar.
"Kalau di kita lebih banyak solar, jadi menyangkut dampak kita pikir tidak berpengaruh, kita kan perpindahan barang bukan angkutan perpindahan orang yang menggunakan Premium-Pertalite," ujarnya kepada tribunmanado.co.id, Selasa (28/12/2021)
Ramlan menyadari cepat atau lambat, kebijakan ini menyasar angkutan logistik.
Kebijkan untuk mengarah ke sana sudah ada. Contohnya saja mulai tahun depan, kendaran batang yang keluar nantinya hanya yang standar emisi EURO 4 dan EURO 5
"Jadi kebijakan ini membatasi emisi gas yang kurang bagus buat lingkungan," kata dia.
Ia mengatakan standar EURO 4 dan EURO 5 gas buangannya lebih baik dibanding mobil konvensional, sehingga dinilai lebih ramah lingkungan meski tetap ada saja emisinya
"Pemilik kendaraan standar EURO 4 dan EURO 5 tidak bisa lagi pakai solar, karena nanti akan bermasalah di mesin, mau tidak mau harus pakai Dexlite," katanya.
Kebijakan ini pemerintah ingin menjaga lingkungan, namun kata Ramlan masyarakat justru dibebani program tersebut.
"Agar tidak dibebani maka pemerintah memberikan subsidi ke masyarakat," ujarnya.
Semisal ketika pemerintah memberi diskon Rp 500 per liter, nanti akan ditunggu lagi apa kebijakan subsidi pemerintah.
Kembali ke Premium-Pertalite, Ramlan yakin pemerintah tak akan langsung menghapus. Akan ada peralihan dari pengurangan premium, kemudian Pertalite baru masyarakat tinggal menggunakan Pertamax atau BBM di atasnya
"Kalau sekarang terlalu tinggi ke Pertamax. Ongkos jadi naik malah nanti inflasi. Belum langsung ke Pertamax," katanya. (Ryo)
Baca juga: Masih Ingat Nenek Rohaya? Nikahi Pria Lebih Muda 55 Tahun, Kini Bahagia dan Si Suami Kerja Serabutan
Baca juga: Peringatan Dini Besok Rabu 29 Desember 2021, BMKG: Ini Wilayah yang Patut Waspada Cuaca Ekstrem
Baca juga: Kecelakaan Maut, 3 Penumpang Tewas dan 17 Orang Jadi Korban, Kendaraan Bus Masuk ke Dalam Parit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/antrian-bbmhhfghfghjhgjghj.jpg)