Breaking News:

Advetorial

Peringatan Hari Ibu ke-93, Pemprov Sulut Berikan Penghargaan Wanita Menginspirasi

Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember

Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Ryo Noor
Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember.  

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember. 

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (23/12/2021). 

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Ketua TP-PKK Sulut Ny Rita Dondokambey Tamuntuan, Pj Sekprov Asiano Gamy Kawatu, serta pengurus organisasi dan kepala perangkat daerah perempuan Sulut.

Pada Momen itu Wagub Steven Kandouw bersama Ketua TP PKK didampingi Kepala DP3A Sulut menyerahkan penghargaan kepada para wanita yang menginspirasi pemberdayaan perempuan.

Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember. 
Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember.  (Tribun manado / Ryo Noor)

Wagub Sulut, Steven Kandouw mengatakan, momen tersebut merupakan bentuk pengakuan serta penghargaan dan perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. 

Tanggal ini dipilih untuk menghormati kongres perempuan I di Yogyakarta pada Tahun 1928 yang merupakan awal bangkitnya gerakan perempuan Indonesia. 

“Maka dari itu, peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah Mother’s Day melainkan momentum mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan setara kedudukannya,” kata Steven Kandouw. 

Menurut wagub, jika kita melihat sejarah, tentunya perjuangan para perempuan bukanlah hal mudah. 

Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember. 
Pemprov Sulawesi Utara merayakan Hari Ibu ke-93 yang diperingati tiap 22 Desember.  (Tribun manado / Ryo Noor)

Namun perempuan-perempuan Indonesia dengan gagah berani menembus batas-batas sosial, bersuara memperjuangkan hak-hak kaumnya, dan bersama-sama dengan kaum laki-laki, meraih kemerdekaan. 

“Pada akhirnya, konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 menjamin kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk perempuan,” terangnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved