Breaking News:

Sidang Korupsi

Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip Dituntut 4 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nyatakan Kecewa

Sri Manalip dianggap JPU terbukti menerima gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Sidang tuntutan penerimaan gratifikasi dengan terdakwa Mantan Bupati Talaud periode 2014-2019 Sri Wahyumi Maria Manalip, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoMantan Bupati Talaud periode 2014-2019, Sri Wahyumi Maria Manalip, dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/12/2021).

Sri Manalip dianggap JPU terbukti menerima gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2014-2019.

Ia didakwa Pasal 12B UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 65 KUHP karena menerima uang Rp 10.845.500.

Selain dikenakan pidana penjara, Sri Manalip juga dikenakan denda Rp 200 juta subsider kurungan tiga bulan.

Sri Manalip juga diminta memberi uang pengganti sejumlah Rp 10.845.500. 

Jika tidak bisa dipenuhi, maka sesuai Pasal 18 UU Tipikor 1999 jaksa berhak menyita harta benda Sri Manalip untuk dilelang kemudian dibayarkan sebagai uang pengganti.

"Namun jika masih tidak cukup, terdakwa akan dikenakan pidana dua tahun penjara," tambah JPU KPK.

Adapun hal-hal yang memberatkan hukuman terdakwa adalah sebagai kepala daerah, Sri Manalip dianggap tak mampu menjadi teladan baik dan justru menikmati gratifikasi tersebut.

Sedangkan hal-hal yang meringankan adalah Sri Manalip dianggap sopan selama menjalani persidangan dan menyesali perbuatannya.

Selain itu ia juga baru saja keluar dari penjara setelah menjalani masa hukuman dua tahun terkait kasus suap lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun 2019.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved