Opini

Sudut Pandang HAM Menyuburkan Terorisme?

Indonesia sebagai negara hukum berkewajiban untuk menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin oleh konstitusi

Editor: Chintya Rantung
Dokumentasi Pribadi
Ayi Satria, Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Doktor STIK PTIK. 

Seluruh aspek kehidupan seorang muslim, termasuk politik diatur oleh hukum Tuhan (syariah).

Menurut Lewis, masyarakat muslim yakin dan percaya bahwa karena sifat kesempurnaan Islam, maka dunia muslim tidak membutuhkan sumbangan dari kemajuan peradaban lainnya.[5]

Sejumlah pendukung pemikiran revivalisme Islam, seperti Qutb, dan Al Maududi memandang perlunya menegakkan kembali nilai-nilai Islam.

Bagi mereka ini, Islam ideal tidak sekedar kembali pada Al-Quran dan sunnah atau mencari sintesis antara nilai-nilai islam dengan perkembangan budaya modern.

Pada dasarnya menurut Qutb dan Maududi, Islam ajaran yang sempurna dan total.

Islam telah menyediakan seperangkat aturan yang dapat digunakan bagi kehidupan sepanjang zaman.

Oleh karena itu umat Islam tidak perlu meminjam atau mencari budaya lain guna memenuhi kebutuhan hidup mereka.[6]

Dari pendapat di atas, fundamentalisme saling terkait dengan radikalisme dan intoleransi, maka penanggulangan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda-beda atas paham tersebut.

Banyak pendapat dan pandangan terkait terorisme di media massa seperti ketika diungkapkan oleh Abdul Wahid, Sunardi, Muhamad Imam Sidik ada dua bentuk teorisme.

Bentuk yang pertama adalah Terror Criminal yang menggunakan cara pemerasan dan intimidasi.

Mereka menggunakan kata-kata yang dapat menimbulkan ketakutan atau terror psikis.

Terror Criminal biasanya hanya untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri sendiri.

Bentuk kedua adalah Terror Politic yang tidak memilih-milih korban.

Terror Politic selalu siap melakukan pembunuhan terhadap orang-orang sipil baik laki-laki maupun perempuan, dewasa atau anak-anak tanpa mempertimbangkan penilaian politik dan moral.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved