Breaking News:

Berita Minut

Begini Tradisi Warga Kabupaten Minahasa Utara Sebelum Menggelar Lomba Balap Sapi

Tradisi balapan sapi masih dilestarikan warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang bermukim di wilayah Kalawat, Airmadidi dan Kema.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Arthur Rompis/Tribunmanado
Lomba Balap sapi di Minut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tradisi balapan sapi masih dilestarikan warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang bermukim di wilayah Kalawat, Airmadidi dan Kema.

Lomba balap sapi rutin dilaksanakan tiap hari Minggu.

Balapan sapi punya dunianya sendiri yang menarik dan unik.

Jemmy Manopode yang pernah bergelut di dunia balap sapi mengatakan, seni balap sapi berawal dari memilih sapi.

"Sedari kecil sapi disuruh berlari, dilihat mana yang bisa jadi sapi pacu, mana yang tidak," kata dia Kamis (16/12/2021).

Setelah sapi terpilih, selanjutnya dilatih. Ada berbagai metode pelatihan.

"Kekuatan dan keserasian adalah dua hal paling penting. Karena dalam satu roda ada dua sapi, jadi dua sapi itu harus punya kecepatan merata.

Satu saja lambat maka akan berpengaruh sekali," katanya.

Tak kalah pentingnya adalah nutrisi. Sebut dia, sapi harus diberikan makanan beras milu campur konga. "Ini agar supaya tubuh sapi berotot," ujar dia.

Sapi juga harus diberi vitamin. Jelang pelatihan sapi diberi bir hitam. "Bir hitam campur di makanannya, agar lebih kuat," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved