Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Kamis 16 Desember 2021, Lukas 1:43 : Upah Hidup Beriman

Elisabet mandul, dan sudah tua. Suaminya Zakharia adalah seorang imam. Sejak masa muda mereka hingga di usia yang sudah menua,

Editor: Aldi Ponge
internet
Ilustrasi Renungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jalan hidup orang benar, selalu diterangi oleh cahaya firman Tuhan. Karena firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita. Itulah yang dialami oleh Elisabet dan suaminya Zakharia. Zakharia adalah seorang imam. Isterinya juga adalah keturunan imam Harun.

Elisabet mandul, dan sudah tua. Suaminya Zakharia adalah seorang imam. Sejak masa muda mereka hingga di usia yang sudah menua, keduanya hidup benar di mata Tuhan dan tidak bercacat (Luk 1:6,7). Mereka hidup sesuai firman Tuhan dan segala ketetapan-Nya.

Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Elisabet adalah sosok isteri dan keturunan imam yang rendah hati, penuh hormat dan penuh cinta kasih akan sesama. Pendeknya dia hidup takut akan Tuhan. Itulah sebabnya, Allah sangat mengasihi mereka.

Dan, ganjaran kerendahan hati dan hidup takut akan Tuhan itu, berbuah kasih sayang yang tak terhingga dan mujizat yang dinyatakan Tuhan kepadanya. Meski sudah tua dan mandul, dia mengandung. Suaminya pun tidak percaya sampai dia menjadi bisu.

Hidup Elisabet pun diliputi sukacita. Dia tahu bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah karya Roh Kudus. Dia yakin dalam imannya bahwa yang dia kandung adalah sang utusan (nabi) yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Tuhan dan Juruselamat dunia.

Karena itu, ketika Maria yang sedang mengandung Sang Tuhan mengunjunginya, maka dengan bahasa iman dan dalam kendali dan kuasa Roh Kudus, dia diliputi sukacita yang tak terhingga. Dia seakan tak percaya bahwa ibu Tuhan itu datang kepadanya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (ay 43)

Pernyataan Elisabet ini adalah ungkapan iman. Ini adalah kredo (pernyataan iman) Elisabet yang selalu hidup rendah hati, pengasih dan takut akan Tuhan.

Hidup Elisabet sepenuhnya dipasrahkan kepada Tuhan. Dia hidup dalam iman. Dia hidup menurut firman Tuhan. Dia hidup menurut perintah dan hukum-hukum Tuhan. Dia mengasihi dan menghormati Tuhan dengan tulus ikhlas. Juga mengasihi sesama tanpa batas.

Meski hidup di masa tua dan sering dicemooh sebagai si mandul, namun dia tetap sabar, tabah dan setia kepada Tuhan. Dia tetap rendah hati dan menjadi teladan kepada semua orang. Dan, buahnya adalah dia mendapatkan kasiih karunia dan karya agung nan ajaib dari Allah untuk dunia ini.

Tapi itu tidak membuat dia sombong. Dia tetap rendah hati. Dubuktikannya dalam kunjungan adiknya yang usianya terpaut jauh dari dia, Maria. Dia sambut Maria dengan sukacita, rendah hati dan penuh rasa hormat. Dan terutama tentunya karena yang dia sambut ialah Tuhan dan ibunya.

Sahabat Kristus, jika kita hidup takut akan Tuhan dan melakukan segala kehendak Tuhan, maka kita juga akan selalu mendapat kasih karunia Allah. Masing-masing kita mendapatkannya dengan cara, waktu dan bentuk yang berbeda. Tapi yang pasti, Tuhan akan mendatangkan berkat dan anugerah-Nya yang ajaib bagi kita.

Seperti Elisabet dan Zakharia, butuh kesabaran dari kita dan kepasrahan kepada Tuhan. Sebab, jika kita meneladani mereka, maka Tuhan pasti menjawab segala permohonan kita, tepat dan indah pada waktunya.

Sabarlah dan tetaplah setia. Tuhan memiliki rencana yang indah pada kita. Nantikanlah. Pertolongan Tuhan segera datang, dahsyat dan luar biasa bagi kita. Itulah janji Tuhan bagi kita. Tuhan pasti menepati janji-Nya bagi kita, asal kita terus hidup dalam dalam iman sesuai kehendak firman-Nya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, tuntun kami agar teguh dalam iman kepada-Mu dan kuatkan kami agar terus hidup menurut firman-Mu. Amin. (Jackried Malueseng)

Berita terkait Bacaan Alkitab

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved