Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Nakal

Oknum Polisi Bagi-bagi Uang ke Anak Buah, Ternyata Uang Haram

Kanit Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai Bagi-bagi Uang Hasil Penjualan Narkoba di Kedai Tuak

Editor: Aldi Ponge
KOMPAS.com NURWAHIDAH
Ilustrasi uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Oknum polisi membagi-bagikan uang ke anak buahnya. 

Ternyata uang haram karena hasil penjualan barang bukti narkoba.

Hal ini terungkap dalam pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tanjungbalai.

Oknum polisi tersebut adalah Kepala unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai, Wariono

Uang penjualan barang bukti hasil geledah itu dibagi-bagikan di sebuah kedai tuak di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Keterangan tersebut terungkap dari fakta persidangan sebelas orang polisi di Tanjungbalai yang menggelapkan barang bukti sabu seberat 19 kilogram.

Fakta ini terungkap saat pemeriksaan terdakwa Rizky Ardiansyah yang dijadikan saksi terhadap terdakwa Joshua, Kuntoro, Wariono, Hendra Tua Harahap, Agung Sugiarto, Tuharno, Syahril, dan Khoirudin di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Selasa(14/12/2021).

Dalam keterangannya, uang hasil jualan 6 Kilogram yang diterima oleh Aiptu Wariono dari Bripka Tuharno tersebut dibagikan oleh tim Wariono yang merupakan kepala unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai saat itu di salah satu warung tuak di Kota Tanjungbalai.

"Saat itu, Wariono memberikan kami uang. Katanya untuk uang rokok. Dia memberikan kami di basecamp (warung tuak)," kata Rizky.

Menurutnya, saat itu Wariono juga menitipkan uang untuk beberapa rekannya yang lain.

"Dia kemarin menitipkan uang kepada saya untuk diberikan ke rekan-rekan yang lain. Saya sampaikan memang," katanya.

Ia mengaku, uang sebesar Rp 22,5 juta diserahkan oleh Aipda Wariono sebagai uang capek yang biasa diberikan seusai melakukan penangkapan.

 
"Biasanya memang ada uang capek. Tapi enggak sebanyak ini, Yang Mulia. Saya sempat tanyakan uang dari mana, tapi dibilangnya rezeki," katanya kepada hakim ketua Salomo Ginting.

Ia mengaku, saat itu uang tersebut digunakannya untuk berfoya-foya dan mabuk di beberapa cafe di Kota Tanjungbalai.

"Di BAP, kamu bilang kamu berfoya-foya. Apakah benar itu?" tanya Hakim Salomo yang dibenarkannya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved