Sulut Maju
Gubernur Olly Dondokambey Berhasil Perjuangkan Pendirian Politeknik Pariwisata di Sulut
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw konsern dan memberikan perhatian utama bagi pengembangan Sumber Daya Manusia.
Fokus SDM diperlukan apalagi dengan ditetapkannya Provinsi Sulut sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) tujuan wisata di Indonesia lewat diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 84 tahun 2019, yang menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang sebagai Zona Pariwisata.
Pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, sesuai kajian dan riset telah menetapkan Provinsi Sulut untuk didirikannya Infrastruktur Pendidikan Vokasi yakni Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) yang populer disebut dengan Politeknik Pariwisata.

Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan, pendirian Politeknik Pariwisata ini sejalan dengan upaya Pemprov Sulut t dalam meningkatkan kualitas SDM Kepariwisataan secara Profesional, berkompeten, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas yang berdaya saing.
Hal ini kata Gubernur Olly Dondokambey sebagai respon atas ditetapkannya KEK Likupang di Provinsi Sulawesi Utara sebagai Daerah Tujuan Wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) ke-5 (Lima) di Indonesia, setelah : Toba (Sumut), Borobudur(Jateng), Mandalika(NTB) dan Labuan Bajo(NTT)
Adapun Jurusan yang akan di kembangkan di Kampus Poltekpar Manado yakni: Jurusan Hospitaliti dengan 6 Program Studi (Prodi) semisal : Prodi Bisnis Hospitaliti(BHP), Prodi Managemen Tata Boga(MTB), Prodi Manajemen Divisi Kamar(MDK), Prodi Administrasi Perhotelan(ADH), dan Prodi Manajemen Akuntansi Hospitaliti (MAH).

Selanjutnya pula Jurusan Perjalanan dengan 2 Prodi yaitu : Prodi Manajemen Bisnis Perjalanan(MBP), serta Prodi Managemen Konvensi dan Perhelatan(MKH).
Berikutnya Jurusan Kepariwisataan dengan 2 Prodi yakni ; Prodi Managjemen Kepariwisataan (MKP) juga Prodi Destinasi Pariwisata(MDP).
Sebagai wujud komitmen dan pola kolaborasi antara Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut dengan Politeknik Pariwisata Nusa Dua Bali, lewat kerjasama yang sinergitas akan menyelenggarakan Sistem Perkuliahan dan Belajar Mengajar berpola Program Studi Di Luar Kampus Utama yang pada tahun ajaran 2022 nanti akan membuka 2 Kelas Jurusan yakni: Jurusan Hospitaliti dan Perjalanan,
Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Henry Kaitjily mengatakan langkah ini diambil untuk penguatan pada aspek Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) sembari menunggu dibangunnya Kampus Poltekpar Sulut.
Kampus ini rencananya akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti Gedung Rektorat, Hotel dan Restoran sebagai Laboratorium tempat Praktik, Gedung Bisnis Terpadu, Perpustakaan & Cafetaria.
Ada lagi Gedung Perkuliahan, Convention Hall, dan Student Center.

Kemudian Gedung Olahraga, Lapangan Basket, dan Tenis
Lalu Asrama Mahasiswa, Rumah Dinas Dosen, Sarana Peribadatan, Poliklinik, Lapangan Upacara, Plaza, Observation Deck, dan Sarana Prasarana penunjang lainnya.
Rencananya Politeknik Pariwisata akan dibangun di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.
Lahan ini merupakan milik Pemerintah Provinsi Sulut yang menghibahkan ke pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI seluas 20 Ha
Politeknik ini nantinya diharapkan akan menjadi Land Mark dan New Icon di Provinsi Sulut.
Sebelumnya telah berdiri Politeknik Pariwisata di beberapa Provinsi di antaranya Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Poltekpar Bali, Medan, Palembang, Makassar, Lombok. (adv)