Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 14 Desember 2021

BACAAN ALKITAB -  Lukas 1:41 Mengandung Tuhan

Jika Tuhan menghendaki, apa saja pasti terjadi. Jika Tuhan melakukan, tidak ada yang mustahil.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Renungan Alkitab 

  Lukas 1:41
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jika Tuhan menghendaki, apa saja pasti terjadi. Jika Tuhan melakukan, tidak ada yang mustahil. Sebab, Dia Tuhan, Allah Bapa kita di dalam Tuhan Yesus, adalah pencipta, pemilik, pengendali, pengatur dan penentu segala sesuatu. Perbuatan tangan-Nya, sangat ajaib, heran, dahsyat dan tak terukur akal kepikiran manusia. Melampaui akal kepikiran manusia yang terbatas dan "hanya" ciptaan-Nya semata.

Maka ketika Allah karena belas kasihan dan cinta serta anugerah-Nya yang tak terbatas bagi kita manusia, untuk menyelamatkan kita, Diapun dapat melakukan apa saja, menurut kemauan hati-Nya. Termasuk ketika Dia berkenan rela turun sangat rendah menjadi Manusia, dan mengalami proses ke-Manusiaan-Nya, dikandung dan lahir seperti manusia kebanyakan. Itu bukanlah hal yang terlalu susah untuk Tuhan lakukan.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Luar biasa bagi manusia, tapi biasa-biasa saja bagi Allah kita yang heran, dahsyat dan luar biasa Itu. Itulah yang terjadi pada kandungan Maria dan juga kandungan Elisabet. Kedua sanak saudara ini, sama-sama mengandung oleh karya Roh Kudus. Proses mereka mengandung juga membuktikan tentang kemahakuasaan Tuhan yang tak berhingga. Elisabet yang mandul dan sudah tua, mengandung.

Lebih dahsyat lagi yang terjadi pada Maria. Dia seorang perawan yang belum pernah melakukan hubungan suami isteri, mengandung. Dia mengandung Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.

Itulah sebabnya, karena yang dikandung adalah Tuhan, dan proses mengandungnya adalah proses Tuhan. Maka meski masih dalam kandungan, proses Ilahi pun yang berlaku. Bayi dalam kandungan Elisabet yang adalah sang utusan, melonjak kegirangan ketika mendengar salam Maria yang mengandung Tuhan.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus," (ay 41)_
Demikianlah kalau Tuhan berkarya. Apa saja yang diperbuat-Nya pasti terjadi dan pasti berhasil, karena Dia amat sangat mahakuasa dan yang Empunya segala-galanya. Karena segala-galanya tanpa Dia, adalah hampa dan tidak pernah ada.

Karena yang disambut oleh Elisabet adalah perempuan yang mengandung Tuhan, maka dia pun langsung dipenuhi oleh Roh Kudus. Anak dalam rahimnya melonjak saat mendengar salam dari Maria.

Padahal Maria sendiri tentu sangat jauh beda umurnya dengan Elisabet. Maria masih muda, seorang dara dan perawan. Sedangkan Elisabet seorang ibu yang sudah lebih tua. Tapi dia mandul. Namun hal itu tidak membuat Elisabet memandang rendah Maria karena beda umurnya yang mencapai puluhan tahun itu.

Mengapa? Karena ada Tuhan di dalam rahim atau kandungan Maria. Elisabet menyatakan rasa hormat, kekaguman dan sukacitanya kepada Maria karena kandungannya itu adalah Anak Allah yang kekal.

Sahabat Kristus, sesungguhnya dalam diri setiap orang, ada Tuhan di dalamnya. Sebab Roh Kudus yang adalah Allah Tritunggal, ada berdiam dalam diri dan hati serta jiwa setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan. Karena itu, seperti Elisabet, kita harus menghormati, menghargai dan kasihi semua orang. Karena "ada" Tuhan di dalam diri setiap orang.

Sesungguhnya, semua orang sedang "mengandung" Tuhan lewat kuat kuasa Roh Kudus yang selalu ada dalam diri kita dan semua orang. Hormatilah Tuhan yang ada pada orang lain dan pada diri kita sendiri.

Karena ada Tuhan berdiam dalam diri sesama kita, maka kita harus hormati, hargai dan kasihi. Jangan sakiti sesama. Jangan jahati sesama dengan dalil dan cara apapun juga.

Demikian dengan diri kita. Karena ada Tuhan (Roh Kudus) dalam diri kita, maka janganlah sia-siakan dan rusakkan diri kita dengan perbuatan jahat. Sebab itu berarti kita telah menyakiti Tuhan. Sebaliknya, hendaklah kita kasihi diri kita seperti kepada Tuhan, dengan melakukan segala kehendak-Nya dalam hidup kita, sehingga dari hidup kita, nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, jadikan kami sebagai hamba Tuhan yang selalu menghormati dan menghargai sesama kami dan hidup senantiasa memuliakan Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved