Kasus Pelecehan

Renggut Masa Depan Anak, Menteri Sosial Geram dengan Kelakuan Herry Wirawan yang Lecehkan Santriwati

Seperti yang diketahui kasus pencabulan Herry Wirawan menjadi sorotan publik.

Editor: Glendi Manengal
via Menit.co
Guru Pesantren Herry Wirawan pelaku yang cabuli puluhan santriwati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui kasus pencabulan Herry Wirawan menjadi sorotan publik.

Hal tersebut setelah diketahui pelaku melakukan aksi bejat kepada puluhan santriwati.

Akibat hal tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun menanggapi soal kasus itu.

Baca juga: Gunung Awu di Sangihe Status Waspada, Warga Tahuna Beraktivitas Seperti Biasa

Baca juga: Terkait Kasus Perundungan Siswi di Minahasa, Polda Sulut: Penyidik Sudah Mengirimkan Surat ke Bapas

Baca juga: Pemkab Bolsel Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Pengadilan Negeri

Foto : Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi. (Kolase foto istimewa/Tribun Jabar)

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan proses hukum kasus santriwati dirudapaksa Herry Wirawan kepada penegak hukum

Risma mengatakan, pelaku pemerkosaan tersebut sudah membunuh masa depan anak-anak yang sudah harus melanjutkan kehidupannya.

"Kami serahkan (proses hukum) kepada penegak hukum. Ini membunuh masa depan anak. Jadi, bukan membunuh hidupnya, tapi dia harus melanjutkan hidupnya," ujarnya saat ditemui di Lembang, Senin (13/12/2021).

Melihat kondisi itu, Tri Rismaharini tidak akan tinggal diam, sehingga pihaknya meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos untuk berdiskusi dengan penegak hukum soal proses hukum bagi pelaku pemerkosaan tersebut.

"Saya minta pak Sekjen supaya kita berdiskusi dengan aparat penegak hukum dan para ahli (hukum)," kata Risma.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan penanganan dan pendampingan terhadap anak-anak yang sudah menjadi korban dari aksi bejat Herry Wiriawan.

"Bagaimana dengan anak-anak ini, soal masa depannya. Jangan sampai mereka dibully dan sebagainya, nah yang saya baca itu disitu," ucapnya.

Atas hal itu, pihaknya akan langsung berdiskusi dengan semua instansi untuk melakukan penanganan bagi para korban pemerkosaan tersebut.

"Jadi, karena itu kita akan diskusi dengan APH, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, KPAI dan seluruh pihak terutama soal masa depan anak-anak ini," kata Risma.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved