Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Minggu 12 Desember 2021, Lukas 1:39 : Cinta Saudara

demi cinta saudaranya, Maria rela menempuh perjalanan yang menurut beberapa referensi berjarak sekitar 112 km sampai 130 km atau 81 mil.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Maria (ibu Yesus) dan Elisabet (ibu Yohanes) adalah saudara (sepupu). Jadi, Elisabet adalah sanak saudara dari Maria.

Meski tinggal berjauhan, namun mereka saling mengasihi dan saling merindukan. Maka jarakpun tak menghalangi mereka untuk bertemu. Sekalipun keduanya, terutama Maria sedang mengandung.

Tapi demi cinta saudaranya, Maria rela menempuh perjalanan yang menurut beberapa referensi berjarak sekitar 112 km sampai 130 km atau 81 mil.

Maria dan Yusuf suaminya berjalan dari Nazareth ke wilayah Ein Karem (ada yang menyebut Ain Karim), di daerah pegunungan Hebron, wilayah selatan Yerusalem, negeri Yehuda.

Jadi selain jauh, perjalanan mereka naik gunung turun gunung juga. Tapi hal itu tidak mengurangi semangat dan sukacita yang digelorai cinta kasih dan kerinduan Maria bertemu kerabatnya itu, yakni Zakharia dan Elisabeth.

Tidak naik mobil. Apalagi pesawat. Pasti melelahkan, karena lamanya di perjalanan dan beratnya medan yang dilalui.

Tapi sekali lagi, tantangan itu tak menyurutkan semangat keduanya untuk bertemu saudara mereka. Karena mereka saling mencintai dan menyayangi, dan merindukan.

Sekalipun mereka tidak saling telpon, sms, inbox, WA, dll. Karena memang belum ada pada waktu itu.

Tapi, tentu satu hal yang paling mempengaruhi dan menentukan perjumpaan mereka adalah karena ada campur tangan Ilahi yang mempertemukan antara Ibu Sang Juruselamat dan Ibu Sang Rasul, yang disebut sebagai Nabi Elia yang akan satang (Yohanes Pembaptis).

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda." (ay 39)

Lepas dari rencana Allah yang agung atas perjumpaan keluarga Pasutri Bumil (pasangan suami isteri dan ibu hamil) bersaudara, tapi Maria dan Yusuf ternyata profil keluarga yang mencintai sanak saudaranya. Mereka sangat menjaga hubungan kekeluargaan yang harmonis, rukun dan damai.

Karena itu, kelelahan, kecapean, tantangan perjalanan yang jauh, naik turun gunung dan berbagai risiko di jalan sebagai Bumil, bukannya jadi penghalang bagi mereka, tapi justeru jadi vitamin yang menyemangati mereka untuk berjumpa.

Sembari menantikan kelahiran Sang Juruselamat dan sang utusan, mereka memelihara hubungan hidup kekeluargaan dan persaudaraan yang indah dan menyukacitakan hati. Hal ini tentu tergambar bagaimana ketika mereka saling bertemu melepas rindu dan mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya masing-masing.

Rasanya inilah pelajaran yang sangat indah dan baik bagi kita di masa penantian baik penyambutan peringatan kelahiran Kristus (Natal) maupun kedatangan-Nya kembali ke dunia, menjemput kehidupan kita, baik secara bersama maupun pribadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved