Berita Nasional

Sosok Brigjen YAK Tersangka Korupsi TWP Angkatan Darat, Transfer ke Rekening Pribadi

Inilah sosok jenderal TNI bintang satu berinisial YAK yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD)

Editor: Alpen Martinus
Foto: BSMH
Ilustrasi kasus korupsi 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Sangat jarang terdengar adanya kasus korupsi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), namun kali ini sudah terungkap.

Tersangkanya bukan dari kalangan prajurit, melainkan seorang jendral bintang satu berinisial YAK.

Ia kini sedang menjalani proses hukum Rutan Salemba.

Baca juga: Jenderal TNI Jadi Tersangka Korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat

Inilah sosok jenderal TNI bintang satu berinisial YAK yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) Periode 2013-2020.

Saat kasus ini terjadi, Brigjen YAK menjabat sebagai Direktur Keuangan Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD).

Penetapan tersangka itu berdasarkan surat perintah penyidikan bernomor Nomor Print-02/PM/PMpd.1/12/2021 tertanggal 9 Desember 2021 lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam jumpa pers, pada Jumat (10/12/2021).

Baca juga: Dipakai untuk Serang TNI Tapi Gagal Total, Ini Spesifikasi Senapan SS2 V4 Hasil Rampasan KKB Papua

Selain Brigjen YAK, kejaksaan agung juga menetapkan tersangka Direktur Utama PT Griya Sari Harta berinisial NPP.

Saat ini, Brigjen TNI YAK sudah ditahan di Institusi Tahanan Militer Pusat Polisi Militer TNI AD sejak 22 Juli 2021.

Sementara NPP ditahan terhitung mulai tanggal 10 Desember 2021 hingga 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

YAK diduga telah mengeluarkan uang sebesar Rp 127,7 miliar dari rekening TWP AD ke rekening pribadinya.

Baca juga: Breaking News,Gandeng TNI dan Polri, Camat Lolayan Gelar Sweeping Kartu Vaksin ke Masyarakat

"Tersangka YAK mentransfer uang tersebut ke rekening tersangka NPP dengan dalih untuk pengadaan kavling perumahan bagi prajurit TNI," ujar Leonard.

Sementara NPP diduga menerima uang transfer dari YAK dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan korporasi yaitu PT GSH.

Menurut Leo, penempatan dana TWP AD itu menyalahi Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/181/III/2018 tertanggal 12 Maret 2018.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved