Breaking News:

Kasus Korupsi

Ingat Jaksa Pinangki? Kini Diungkit ICW karena Kejagung Tuntut Hukum Mati Terdakwa Kasus Asabri

Diketahui hal tersebut kembali diungkit ICW karena sikap Kejaksaan Agung baru-baru ini.

Editor: Glendi Manengal
Kompas.com/ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan kasus Jaksa Pinangki yang hanya dihukum 4 tahun penjara.

Diketahui hal tersebut kembali diungkit ICW karena sikap Kejaksaan Agung baru-baru ini.

Kejaksaan Agung baru saja menghukum mati pelaku dugaan korupsi PT Jiwasraya dan PT Asabri.

Baca juga: Ada Pria yang Joget Pakai Baju Wanita dan Langgar Protokol Kesehatan, Kafe Ini Disegel Satpol PP

Baca juga: Prilly Latuconsina Jadi Wisudawan Terbaik Saat Lulus, Kini Bersiap Syuting Film di Amerika Serikat

Baca juga: Prilly Latuconsina Tampil Memukau Saat Wisuda, Kenakan Kebaya dan Kain Tradisional

Foto : Jaksa Pinangki. (Kompas.com)

Indonesia Corruption Watch (ICW) merasa heran dengan sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memaksimalkan hukuman mati kepada pelaku dugaan korupsi di PT Jiwasraya dan PT Asabri.

Namun hanya tuntutan rendah saat mengusut oknum jaksa yang korupsi.

“ICW cukup kaget dengan sikap Jaksa Agung, kenapa perkara-perkara seperti Jiwasraya dan Asabri tuntutannya sangat tinggi, sedangkan terhadap (eks Jaksa) Pinangki yang notabene berprofesi sebagai penegak hukum, melakukan banyak kejahatan, dan bekerja sama dengan buronan, malah sangat rendah,” ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).  

Lebih jauh Kurnia beranggapan, hukuman mati bukan merupakan jenis pemidanaan yang ideal bagi pelaku korupsi.

Sebab, hingga saat ini belum ada literatur ilmiah yang bisa membuktikan bahwa hukuman mati dapat menurunkan angka korupsi di suatu negara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved