Breaking News:

Berita Mitra

Cerita Nelayan Tumbak Minahasa Tenggara Menghadapi Cuaca Buruk

Berdasarkan keterangan salah satu nelayan bernama Erwin Arifin menjelaskan, ada tiga kesulitan yang nelayan hadapi saat cuaca buruk.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Kharisma Kurama
Nelayan di Tumbak, Minahasa Tenggara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Buruknya cuaca belakangan ini membuat para nelayan di Tumbak, Minahasa Tenggara menghadapi banyak kendala.

Berdasarkan keterangan salah satu nelayan bernama Erwin Arifin menjelaskan, ada tiga kesulitan yang nelayan hadapi saat cuaca buruk.

Pertama, yang paling umum, susah menembus tingginya ombak.

Dalam kondisi normal, umumnya ombak paling tinggi mencapai 3 meter.

Namun, dalam kondisi cuaca buruk seperti sekarang di mana kecepatan angin bisa bertambah 20-30 knot, ketinggian ombak bisa mencapai 4 meter lebih.

Dengan ketinggian 4 meter lebih, menurutnya, kapal besar berukuran 60 gross ton pun hanya akan terlihat seperti kapal kecil.

Bahkan, di ombak setinggi 3 meter, kapal besar 60 gross ton butuh usaha ekstra untuk melawannya.

"Jadi jangan harap bisa menemukan kapal 30 gross ton ke bawah yang melaut di tengah cuaca begini," katanya.

Kedua, cuaca buruk membuat pandangan di tengah laut terganggu. Selain itu, air juga menjadi tampak keruh.

Alhasil, susah menentukan di mana letak ikan yang bisa ditangkap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved