Bank Indonesia

Waspada Tekanan Inflasi Akhir Tahun, Bank Indonesia: Jaga Pasokan dan Harga Barito

menurut Arbonas, langkah-langkah strategis tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan inflasi di Sulawesi Utara tetap

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Warga belanja komoditas holtikultura di sebuah swalayan modern di Kota Manado, belum lama ini. Mengantisipasi tekanan inflasi di akhir tahun, perlu menjaga pasokan dan harga komoditas seperti barito dan ikan.  

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Menjelang akhir tahun, tekanan inflasi di Sulut diperkirakan meningkat. 

Tren aktivitas masyarakat yang terus berada dalam trajektori peningkatan diperkirakan akan mendorong realisasi konsumsi rumah tangga. 

"Terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat kepada Tribunmanado.co.id, Senin (06/12/2021) 

Meski pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk membatasi mobilitas pada akhir Desember 2021, konsumsi rumah tangga diperkirakan akan relatif lebih tinggi dibandingkan November maupun Desember tahun lalu. 

Selain itu, risiko pergerakan inflasi juga masih dibayangi risiko cuaca seiring peningkatan curah hujan akibat fenomena global La Nina. 

Kenaikan curah hujan diprakirakan mempengaruhi tingkat pasokan dipasar terutama pada komoditas perikanan seiring dengan risiko penurunan produksi nelayan. 

Memandang hal tersebut, menurut Arbonas, langkah-langkah strategis tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan inflasi di Sulawesi Utara tetap pada rentang sasaran 3,0±1% (yoy). 

Oleh karena itu, kata Arbonas, sinergi seluruh dinas dan kementerian/lembaga terkait perlu ditingkatkan untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis seperti Barito (bawang, rica dan tomat).

"Selain itu, perlu memperhatikan komoditas perikanan," jelasnya.

Sinergigas itu baik melalui kerangka Kerjasama daerah (KAD) ataupun bentuk lainnya. 

Lanjut dia, monitoring produksi dan harga komoditas perikanan hingga tingkat pelelangan perlu dilakukan untuk memahami rantai nilai komoditas hingga ke tingkat konsumen. 

"Dengan memamahami rantai nilai tersebut, kebijakan pengendalian yang optimal dapat diberlakukan dengan tujuan pengendalian harga dan menjaga kesejahteraan nelayan," katanya lagi. 

Sementara itu, komoditas-komoditas hortikultura perlu terus diperhatikan terutama menjelang akhir tahun

Kemampuan produksi Sulut dan daerah penghasil lainnya perlu terus di monitor untuk menjaga gap antara kenaikan permintaan dan pasokan tetap pada kondisi yang optimal bagi perekonomian. 

Sebagai tindak lanjut, TPID Sulut telah melakukan koordinasi teknis untuk menyusun langkah-langkah pengendalian inflasi di akhir tahun.

"Dengan strategi 4K, BI dan TPID tingkat Provinsi maupun kabupaten kota di Sulut tetap berkomitmen menjaga tekanan inflasi tetap pada level yang mendukung perbaikan perekonomian daerah," jelasnya. 

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved