Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan

Kecelakaan Maut Pukul 10.00 WIB, Seorang Pemotor Tewas, Korban Hantam Beton di Tepi Jalan

Kecelakaan maut di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Senin (6/12/2021), melibatkan kendaraan sepeda motor, akibatnya seorang pemotor tewas.

Editor: Ventrico Nonutu
Istimewa/ Tribun Ambon
Ilustrasi kecelakaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Terjadi kecelakaan maut di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Senin (6/12/2021).

Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan sepeda motor.

Akibat kecelakaan tersebut seorang pengendara motor tewas.

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 00.50 WIB, 2 Remaja Tewas, Sepeda Motor Korban Oleng Lalu Tabrak Trotoar

Baca juga: Momen Bahagia saat Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag Gelar Gender Reveal

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di jalan Nasional Blangpidie - Subulussalam, kawasan gunung Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, sekitar pukul 10.00 WIB.

Insiden kecelakaan itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka robek di bagian kepala.


Foto: Ilustrasi kecelakaan.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho, SIK, SH, MH yang dikonfirmasi Serambinews.com melalui Kasat Lantas, Iptu Alfi Syahrin membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar, kejadiannya, Senin, 6 Desember 2021, sekira pukul 10.00 WIB di Jalan Nasional tepatnya di Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan,” kata Kasat Lantas, Iptu Alfi Syahrin saat dikonfirmasi Serambi pasca kejadian itu.

Iptu Alfi Syahrin menjelaskan, Suhaibah (42), warga Gampong Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, selaku pengendara Sepmor Honda supra X 125 Nopol BL 5268 TM warna Hitam mengalami luka robek di kepala dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan.

Sedangkan rekannya, Ainal Marziah (42) yang juga warga asal Gampong Silolo mengalami luka robek di kepala.

”Kronologinya, Sepmor Honda supra X 125 Nopol BL 5268 TM warna Hitam yang dikendarai Suhaibah dan penumpang Ainal Marziah melaju dari arah Subulussalam menuju Tapaktuan, kemudian sesampainya di TKP kecelakan di kawasan pegunungan, jalan menurun dan berbelok ke kanan, pengendara tersebut hilang kendali ke sebelah kiri jalan, kemudian menabrak beton di tepi jalan kemudian terjatuh dan terjadilah kecelakaan,”ungkap Kasat Lantas Polres Aceh Selatan.

Informasi yang diterima Serambinews.com, jenazah Suhaibah (42), warga Gampong Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan sudah dibawa pulang ke kampungnya untuk dikebumikan, sementara rekannya yang mengalami luka di kepala sedang menjalani perawatan di RSUD-YA Tapaktuan.

Kecelakaan Maut Pukul 15.30 WIB, 4 Orang Tewas Usai Angkot Dihantam Kereta Api, Ini Nama-nama Korban

Terjadi kecelakaan maut di Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat pada Sabtu lalu.

Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan angkot dan kereta api.


Foto: Ilustrasi kecelakaan.

Akibat kecelakaan tersebut sebanyak 4 orang meninggal dunia.

Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar menjelaskan biasanya pihaknya akan melakukan tes urine kepada para sopir angkot di Medan.

"Ada pun giat itu biasanya dilakukan bersama dinas perhubungan, BNN, untuk mengecek penggunaan narkoba terhadap para sopir," katanya.

"Tapi rupanya selain soal narkoba, mereka ini (para sopir) minum tuak di pangkalan," tambahnya.

Sonny menjelaskan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahan seperti KPUN, Rahayu, serta lainnya.

"Untuk memperketat agar pemilik angkot ini tak memperkejakan mereka yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Dikatakan koordinasi akan berlangsung intens ke depan sebab sebentar lagi menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.

"Kita kan gencarkan, bila perlu pas di jalan raya kita cegat sopir - sopir itu. Kita akan coba cek apakah minum tuak atau menggunakan narkoba," ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan, karena tidak hanya angkot yang kerap kali menerobos plang rel kereta api, agar tetap berhati - hati berkendara.

"Jadi kami himbau kalau sudah bunyi peluit dari penjaga pintu dan palang yang sudah turun, jangan menyebrang lagi. Karena sangat berbahaya apa bila kendaraan bisa mati di atas rel," tutupnya.

TRAGEDI Angkot 123 Medan, Fakta-fakta Sopir Maut yang Tewaskan 4 Penumpang dan Kronologi

Angkot 123 Medan menabrak kereta api yang sedang melaju.

Angkot 123 Medan yang dikemudikan sopir Harto Manalu penyok parah dengan bodi mobil hancur.

Imbasnya, 4 dari 8 penumpang tewas di tempat kejadian.

Kecelakaan maut angkot ditabrak kereta api di Jalan Sekip, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat sempat mengejutkan masyarakat, Sabtu (4/12/2021).

Dari keterangan warga sekitar, kejadian angkot ditabrak kereta api ini berlangsung sekira pukul 15.30 WIB.

Saat itu, Kereta Api Sri Lelawangsa U85 yang datang dari arah Binjai melaju menuju Kota Medan.

Secara bersamaan, angkot 123 Wampu Mini yang dikendarai Harto Manalu warga Jalan Batangkuis, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang yang melaju dari arah Jalan Sekip nekat menerobos perlintasan.

Seketika, angkot 123 Wampu Mini ini terseret dan terguling hingga 300 meter.

"Saya sempat dengar suara klakson kereta api itu di belakang kios saya. Kemudian disusul suara dentuman keras," kata Angga, saksi mata yang ada di lokasi kejadian.

Setelah dentuman keras terdengar, serpihan kaca bertaburan ke arah kiosnya.

Angga melihat, ternyata ada angkot ditabrak kereta api.

"Saya dengar teriakan perempuan minta tolong," kata Angga.

Dia pun bergegas keluar kios dan berlari ke arah rel.

Ternyata, di perlintasan rel sejumlah penumpang angkot 123 Wampu Mini sudah bergelimpangan.

Kondisi angkot dalam keadaan hancur. 

"Tadi aku selamatkan perempuan yang wajahnya hancur dan kedua kakinya patah. Warga di sini kemudian membawa korban ke RS Royal Prima," tutupnya. 

Senada disampaikan saksi lainnya bernama Gabriel.

Menurutnya, angkot 123 Wampu Mini itu nekat menerobos perlintasan, padahal sudah terdengar suara klakson kereta. 

"Jadi saat itu portal kereta api dalam keadaan tertutup. Tapi angkot tersebut melaju dan tiba - tiba berhenti di tengah rel," katanya. 

Tak lama berselang, angkot 123 Wampu Mini itu terpental bersama penumpang yang ada di dalamnya.

"Yang ku lihat ada satu laki - laki, kondisinya perutnya robek. Sementara yang lainnya patah kaki. Wajah terkena serempet dan lainnya," ungkapnya. 

Dari informasi diperoleh Tribun Medan, korbaan tewas adalah Asma Nur dan Faida Naila Harahap.

Keduanya adalah ibu dan anak yang tinggal di Jalan Karya, Medan Barat.

Kemudian Batara Nasution warga Jalan Kayu Putih.

Korban merupakan seorang sekuriti.

Sementara itu, satu korban meninggal dunia lainnya belum diketahui identitasnya.

Adapun enam penumpang angkot yang selamat diantaranya:  

1.  Bayu Sulaiman (24) warga Jalan Pasar Pipa, Medan.

2. Eni Sureni Br Tarigan (18) warga Medan.

3. Putri  Sefyan (19) warga Jalan Karya, Lingkungan II, Gang Karang Sari Medan. 

4. Novita Elisabeth Aruan (22) warga Jalan Kuali No 3, Kel Sei Putih Medan.

5. Farida Ratnawaty (62) warga Jalan Jendral Ahmad Yani No 20 Medan. 

6. Lindawati (38) warga Jalan Gereja, Gang Aman, Kecamatan Medan Barat.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Jalan Menikung, Supra X Hantam Tembok di Gunung Batu Itam, Satu Orang Meninggal Dunia

https://aceh.tribunnews.com/2021/12/06/jalan-menikung-supra-x-hantam-tembok-di-gunung-batu-itam-satu-orang-meninggal-dunia

Berita Terkait Kecelakaan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved