Breaking News:

Kabar Tokoh

Masih Ingat Azis Syamsuddin? Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3 M dan USD36.000, Tak Ajukan Eksepsi

Suap tersebut diduga untuk menutup perkara dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017

Editor: Finneke Wolajan
Azka/nvl (dpr.go.id) via Tribunnews
Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Azis Syamsuddin? Didakwa suap Eks penyidik KPK Rp 3 M dan USD36.000

Diketahui mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) asal Polri Stepanus Robin Pattuju

Besaran suap tersebut yakni Rp 3,09 miliar dan 36 ribu dolar AS. 

Suap tersebut diduga untuk menutup perkara dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Pada kasus itu, KPK tengah mengusut dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin dan kader Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/komisi-pemberantasan-korupsi' title='Komisi Pemberantasan Korupsi'>Komisi Pemberantasan Korupsi</a> (KPK) mendakwa eks Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/muhammad-azis-syamsuddin' title='Muhammad Azis Syamsuddin'>Muhammad Azis Syamsuddin</a> telah memberikan suap sebesar Rp3.099.887.000 serta 36.000 dolar AS.
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa eks Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsuddin telah memberikan suap sebesar Rp3.099.887.000 serta 36.000 dolar AS. (Tribunnews.com/Ilham)

Menanggapi surat dakwaan jaksa, Azis mengaku menyerahkan penuh kepada penasihat hukumnya.

“Saya sudah membaca dan memahami, dan nanti kami akan berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menjawab dalam bentuk pembelaan,” ucap Azis di muka persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).

Sementara tim penasihat hukum Azis menyatakan bahwa pihaknya tidak bersedia menggunakan hak eksepsi. 

"Setelah kami berdiskusi dengan saudara terdakwa terkait dakwaan ini, kami menyatakan tidak menggunakan hak eksepsi dalam perkara ini, dan bisa dilanjutkan dalam pemeriksaan pembuktian,” kata penasihat hukum Azis Syamsuddin kepada majelis hakim. 

Sementara jaksa mengaku baru mendengar Azis dan penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi dalam kesempatan ini.

Didakwa Suap Eks Penyidik <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kpk' title='KPK'>KPK</a> Rp3 M dan USD36.000, Azis dan Penasehat Hukum Tak Ajukan Eksepsi
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/11/2021). KPK menyatakan berkas perkara Azis Syamsuddin (AZ) dinyatakan telah P21 atau lengkap dan siap untuk segera disidangkan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Karena itu, pihaknya baru bisa menghadirkan saksi-saksi pada persidangan berikutnya.  

“Kami baru mengetahui secara pasti bahwa terdakwa maupun penasihat hukum terdakwa tidak melakukan eksepsi, tentunya kami tidak menyiapkan saksi untuk hari ini,” kata jaksa.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp3 M dan USD36.000, Azis dan Penasehat Hukum Tak Ajukan Eksepsi

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved