Penanganan Covid

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Muncul Gejala Setelah Anak Divaksin

Pemberian obat pun sangat dianjurkan jika anak mulai merasa tidak nyaman. Namun ada hal lain yang perlu diperhatikan.

Editor: Indry Panigoro
IST
ilustrasi vaksinasi anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Guna memutus rantai penyebaran covid, pemerintah terus melakukan berbagai cara.

Mulai dari kampanye memakai masker, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan.

Bahakn ada pembatasan sosial masyarakat.

Untuk menciptakan imun tubuh, pemerintah pun melakukan vaksinasi.

Tak terkcuali kepada anak-anak.

Program vaksinasi terhadap anak telah digalakkan oleh pemerintah. Upaya ini diberlakukan demi menekan penularan Covid-19.

Namun usai vaksin, terkadang ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Orangtua pun melakukan berbagai tindakan untuk menangani KIPI.

Satu di antaranya adalah pemberian obat-obatan.

Menurut dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, dr Ariani Dewi Widodo, Sp A (K) KIPI biasanya berupa demam, bengkak pada lokasi suntikan.

Seorang wanita mengenakan masker menyesuaikan masker anaknya ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal pada 8 April 2020. (ilustrasi)
Seorang wanita mengenakan masker menyesuaikan masker anaknya ketika mereka tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei tengah Cina awal pada 8 April 2020. (ilustrasi) (Tribunnews.com)

Selain itu juga bisa pusing, dan sakit perut.

Namun jangan khawatir, kejadian ikutan pasca imuisasi akan menghilang dalam 24 jam hingga 48 jam.

"Karena itu kita lihat, obat itu diberikan setelah muncul gejala usai vaksin, setelah muncul demam, boleh,"ungkapnya pada kanal YouTube Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) -KPCPEN, Senin (6/12/2021).

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sulut Laksamana TNI Ardiansyah saat melihat langsung pemberian vaksinasi kepada pelajar di SMP Negeri 1 Tondano, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian Setdakab dan Kepala Dinas Pendidikan Minahasa, serta Sekretaris Dinkes Minahasa. (ilustrasi)
Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sulut Laksamana TNI Ardiansyah saat melihat langsung pemberian vaksinasi kepada pelajar di SMP Negeri 1 Tondano, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian Setdakab dan Kepala Dinas Pendidikan Minahasa, serta Sekretaris Dinkes Minahasa. (ilustrasi) (tribunmanado.co.id/Mejer Lumantow)

Pemberian obat pun sangat dianjurkan jika anak mulai merasa tidak nyaman.

Namun ada hal lain yang perlu diperhatikan.

Yaitu tidak perlu memberikan obat sebelum vaksinasi.

"Karena terbukti bahwa pemberian obat sebelum pemberian vaksinasi, obat demam gitu ya, sebelum vaksinasi ternyata dari penelitin membuat efektvitas dari vaksinasi kurang baik," katanya lagi. Sehingga apa bila muncul kejadian ikutan pasca imunisasi, boleh memberikan obat bersifat sintomatis. Atau mengatasi gejala yang dialami.

Catatan redaksi: Ingat pesan ibu jangan lupa memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jika Muncul Gejala Usai Vaksinasi, Apakah Anak Perlu diberikan Obat-Obatan?, https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/12/06/jika-muncul-gejala-usai-vaksinasi-apakah-anak-perlu-diberikan-obat-obatan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved