Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Minggu 5 Desember 2021

BACAAN ALKITAB Maleakhi 4:1 Hari Tuhan

Kitab Maleakhi ditulis oleh nabi Maleakhi, yang artinya Utusan Tuhan, sekitar tahun 430-420 SM.

Editor: Aswin_Lumintang

  Maleakhi 4:1
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kitab Maleakhi ditulis oleh nabi Maleakhi, yang artinya Utusan Tuhan, sekitar tahun 430-420 SM. Ini berarti terjadi setelah pembuangan dari Babel yakni orang Israel sudah pulang kampung halamannya. Ini juga berarti Bait Allah sudah dibangun kembali, sekembalinya mereka dari tawanan.

Meski sudah bebas, dipulihkan dan hidup seperti biasa, ternyata kebiasaan buruk sejumlah petinggi umat, terutama dari kaum imam dan umat-Nya, banyak berlaku tidak baik, melanggat aturan dan tidak hidup sesuai kehendak Tuhan. Karena itu, Maleakhi menegur dengan tegas praktik hidup yang mendukakan dan sangat menyakiti hati Tuhan itu.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Antara lain ibadah yang munafik dan tak sungguh-sungguh (1:7-2:9), penyembahan berhala, perceraian (3:10-16), pencurian persembahan dan persepupuhan (3:8-10), dll. Ini semua adalah kekejian bagi Tuhan. Maleakhi memperingatkan mereka bahwa Tuhan akan menghukum mereka atas pelanggarannya itu.

Itulah sebabnya, Maleakhi memperingatkam akan segera datang hari Tuhan itu. Namun hari Tuhan di sini berdimensi 2, yakni hari penghakiman atau penghukuman, tapi juga hari penyelamatan Tuhan. Sebab dia (Maleakhi) juga memberitakan tentang datangnya nabi (Yohanes) yang akan mempersiapkan kedatangan Sang Mesias, Juruselamat dunia, Tuhan Yesus Kristus.

Karena itu, Maleakhi menyerukan agar bangsa Israel bertobat dari pelanggaran dan segala dosanya. Agar ketika tiba hari Tuhan, mereka tidak dihukum, tapi diselamatkan oleh Allah. Apalagi mereka adalah umat kesayangan-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka."  (ay 1)

Hari Tuhan tentu beda dengan waktu Tuhan. Hari Tuhan dipahami sebagai hari terakhir kehidupan manusia, yakni hari kiamat atau juga sebagai hari penyelamatan dari Tuhan. Juga hari kematian seseorang. Sedangkan waktu Tuhan dipahami sebagai Kyrios (waktu Tuhan), saat di mana Tuhan menyatakan kehendak-Nya, mujizat dan segala kebaikan-Nya bagi umat-Nya yang terus setia pada-Nya, tapi juga berbagai pergumulan yang mewarnai kehidupan kita umat-Nya.

Nabi Maleakhi menggambarkan bahwa hari Tuhan itu datang menyala seperti perapian. Semua orang fasik yang hidup melawan kehendak Tuhan, akan terbakar seperti jerami, sehingga akar dan cabangnya pun habis dan ludes, hangus terbakar api. Demikian dahsyatnya kedatangan hari Tuhan itu.

Tetapi yang bertobat, keselamatan akan menjadi bagian mereka. Mereka bukan hanya lolos dari penghakiman dan penghukuman terbakar oleh perapian kekal, tapi mereka dipulihkan, diselamatkan, menikmati hidup yang kekal dan diberkati secara luar biasa.

Itulah sebabnya sangat penting peringatan atau seruan pertobatan Maleakhi bagi umat Israel, tapi juga bagi kita sebagai umat Tuhan, di zaman baru ini. Jika praktik hidup kita sudah kehilangan kemuliaan Allah, introspeksilah. Bertobatlah dan berbaliklah kepada Tuhan Yesus. Jangan keraskan hati, agar ketika tiba hari Tuhan, kita sudah siap. Sebab tak ada satupun manusia yang tahu tentang datangnya hari Tuhan baik bagi umat manusia secara keseluruhan, maupun bagi pribadi masing-masing.

Sebagai umat Kristen masa kini, kita lebih diuntungkan dibandingkan umat Israel ketika itu. Sebab, mereka hanya mendengarkan nubuat, tapi kita telah menikmati nubuat yang sudah terjadi, yakni lahir-Nya Sang Juruselamat kita, Tuhan Yesus Kristus. Hari Tuhan berupa kelahiran dan kedatangan Kristus, sudah terjadi. Kita tinggal menunggu hari Tuhan tentang kedatangan-Nya kembali.

Karena itu, adalah sangat wajar dan wajib bagi semua keluarga dan umat Kristen untuk mempersiapkan diri menerima dan menanti datangnya hari Tuhan. Sebab sesungguhnya kita saat ini sedang berada di masa penantian (adven) kedatangan Tuhan Yesus kembali. Ikutilah segala petunjuk dan ajaran Kristus, sehingga ketika tibanya hari Tuhan, terutama untuk setiap pribadi kita, Tuhan dapati kita sedang "baik-baik saja," yakni selalu hidup baik dan benar di hadapan Tuhan. Maka aman, nyaman dan damailah hidup kita dan keluarga, sampai selamanya. Amin

  DOA:  Tuhan Yesus, tuntun dan arahkan kami agar tetap setia dan taat mengiring Tuhan, agar ketika tiba hari Tuhan, kami Tuhan dapati hidup memuliakan Tuhan selalu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved