Berita Nasional
Ingat Lia Eden? Pemimpin Sekte Kerajaan Tuhan, Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril
Lia Eden secara kontroversial mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kenal dengan Lia Aminudin alias Lia Eden.
Lia Aminuddin atau yang terlahir dengan nama Sjamsuriati Gustaman adalah wanita yang mengaku telah mendapat wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan sebuah aliran kepercayaan baru melanjutkan ajaran 3 Agama Samawi: Yudaisme, Kekristenan, dan Islam, dan menyatukan dengan agama-agama besar lainnya termasuk Buddhisme, Jainisme, dan Hindu di Indonesia.
Lia Eden mendirikan sebuah jemaat yang disebut Salamullah untuk menyebarluaskan ajarannya.
Dia secara kontroversial mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi.
Dia juga menubuatkan beberapa ramalan yang sensasional.
Hal ini mengundang reaksi selama momentum trending, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI memfatwakan Lia Eden menyebarkan aliran sesat dan melarang perkumpulan Salamullah pada bulan Desember 1997.
Dia melontarkan kritikannya tentang kesewenangan ulama MUI yang diasosiasikan dalam sebuah sabda Jibril yang disebut "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict).
Akibatnya dia ditahan atas tuduhan penistaan agama.
Lia Eden. (Istimewa)
Lia Eden beserta pengikutnya pernah mendatangi Gedung KPK, Senin (16/2/2015). Kedatangan mereka bertujuan untuk memberi dukungan terhadap KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. (Alsadad Rudi)
Lia Eden ditangkap atas dugaan penodaan agama, menghasut,
dan mengajak masyarakat untuk mengikuti ajarannya.
"Kami menahan karena memiliki cukup bukti sehubungan dengan tindakan yang dia lakukan
dengan cara menyebarkan ajaran agama yang tidak benar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Metropolitan Jaya Komisaris Besar Mochamad Jaelani, dilansir dari Harian Kompas edisi Jumat, 30 Desember 2005.
Menurut Jaelandi, tidak ada dalam ajaran agama bahwa nabi berasal dari etnis tertentu di Jakarta.