Breaking News:

Berita Internasional

Sosok Magdalena Andersson, Perdana Menteri Swiss Wanita Pertama, Kini Terpilih Lagi Setelah Mundur

Perdana Menteri (PM) wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson kembali diangkat sebagai pemimpin negara tersebut

Editor: Alpen Martinus
AFP
Magdalena Andersson berpose selama konferensi pers setelah diangkat sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pengaruh Magdalena Andersson mantan perdana menteri ternyata sangat besar di Swedia.

Buktinya, ia mendapatkan kembali jabatannya yang ia sudah lepaskan.

Ternyata ia sudah memiliki rencana pemerintah minoritas.

Baca juga: Sosok Magdalena Andersson, Perdana Menteri Swedia Wanita Pertama, Mundur Usai Beberapa Jam Ditunjuk

Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021.
Menteri Keuangan saat ini dan pemimpin Partai Demokrat Scocial Magdalena Andersson bereaksi ketika dia terpilih sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada 24 November 2021. (Photo by Erik SIMANDER / TT NEWS AGENCY / AFP) / Sweden OUT)

Perdana Menteri (PM) wanita pertama Swedia, Magdalena Andersson kembali diangkat sebagai pemimpin negara tersebut pada Senin (29/11/2021).

Andersson kembali menempati posisi tersebut beberapa hari setelah mundur di tengah gejolak politik Swedia.

Melansir Reuters, anggota parlemen memilih perdana menteri untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu setelah ia menetapkan rencana untuk pemerintahan minoritas yang hanya terdiri dari (Partai) Sosial Demokratnya.

Mantan menteri keuangan telah memenangkan pemungutan suara serupa pada hari Rabu tetapi menyerah beberapa jam kemudian setelah mitra koalisi junior meninggalkan pemerintah karena suara anggaran yang hilang.

Baca juga: Varian Omicron yang Telah Ditetapkan WHO Sebagai VOC, Ini Penyebab Kemunculan hingga Dampaknya

"Seperti semua pemerintah minoritas, kami akan mencari kerja sama dengan partai lain di parlemen, dan saya melihat peluang bagus untuk melakukannya," Andersson, yang partainya memegang 100 kursi di parlemen dengan 349 kursi, mengatakan pada konferensi pers.

"Sosial Demokrat memiliki kelompok partai terbesar di parlemen dengan selisih yang lebar," ungkapnya.

"Kami juga memiliki tradisi kerja sama yang panjang dengan pihak lain dan siap melakukan apa yang diperlukan untuk memimpin Swedia maju."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved