Virus Corona

Tindakan Pemerintah di Sejumlah Negara untuk Antisipasi Varian Baru Covid 19 Berbahaya Omicron

Pemerintah Jepang memperketat masuknya orang ke Jepang termasuk kepada warga Jepang dengan menerapkan karantina selama 10 hari.

Freepik.com
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Waspada varian baru covid 19 berbahaya bernama Omicron.

Sejumlah negara telah melakukan tindakan pencegahan masuknya Omicron.

Di Jepang, pemerintah telah memperketat masuknya orang ke Jepang

Termasuk kepada warga Jepang dengan menerapkan karantina selama 10 hari mulai Jumat (26/11/2021).

Pengetatan masuknya orang asing ini dilakukan Jepang untuk menghadapi menyebarnya virus corona Omicron yang ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

"Kita akan perketat masuknya orang ke Jepang dengan memberlakukan karantina selama 10 hari di hotel yang ada dan dimonitor ketat pemerintah nantinya," papar Hirokazu Matsuno, Sekretaris Kabinet Jepang, Jumat (26/11/2021).

Ahli virus corona, Professor Tetsuo Nakayama dari Laboratory of Virus Infection, Kitasato Institute for Life Sciences membenarkan bahayanya viris cirina Omicron yang ditemukan di Afsel.

"Dari 30 jenis virus corona yang ditemukan, pada bagian spike untuk Omicron memang lain sendiri dan ini sangat bahaya, lebih bahaya dari jenis varian lain yang ada selama ini," papar Profesor Nakayama, Sabtu (27/11/2021).

Sementara suara kecemasan dari ekspatriat Jepang yang ada di Afsel juga disiarkan TV NHK, Minggu (28/11/2021).

Ekspatriat Jepang lokal dan keluarga mereka telah menyatakan kecemasan, dan beberapa telah menyerah pada kepulangan sementara mereka ke Jepang, di mana tindakan perbatasan telah diperkuat.

Dari jumlah tersebut, Yoshinobu Yanagimoto (44), yang bekerja untuk sebuah organisasi internasional, telah tinggal di kota terbesar Johannesburg selama lima tahun, bersama istrinya Maki dan dua anaknya yang berusia 8 dan 6 tahun.

Yanagimoto mengatakan tentang konfirmasi virus mutan, "Saya masih terkejut. Saya sedang menyelidiki efek seperti apa yang akan terjadi, jadi saya ingin melihat beritanya."

Keluarga berencana untuk kembali ke Jepang sementara mulai awal Desember 2021, tetapi akhirnya membatalkan kepulangannya karena pembatasan kegiatan masyarakat di Jepang dan juga aturan karantina selama 10 hari setelah memasuki Jepang.

"Saya mendengar bahwa masa tunggu telah diperkuat selama 10 hari dan saya tidak bisa keluar dari kamar hotel. Saya pikir ini sangat sulit untuk dua anak kecil, jadi saya memutuskan untuk membatalkan sementara kepulangan saya ke Jepang," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved