Breaking News:

RHK Minggu 28 November 2021

RENUNGAN HARIAN KELUARGA Zakharia 9:9 - Bersorak-soraklah

Apakah yang dapat kita perhatikan tentang bersoraksoraklah? Umumnya bersorak-soraklah menjelaskan dua hal:

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Ilustrasi Renungan 

Zakharia 9:9
"Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
---------------------------------------------

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah yang dapat kita perhatikan tentang bersoraksoraklah? Umumnya bersorak-soraklah menjelaskan dua hal:
Pertama, bersorak-soraklah adalah tanda kegembiraan atau kesukacitaan. Kedua, bersorak-sorailah seringkali dilakukan dengan suara yang keras atau nyaring, atau dengan pekikan. Keramaian dan keriuhan sorak-sorak ada banyak kali dijumpai pada saat sejumlah orang melihat atau mendengar kabar baik atau suatu kemenangan.

Seperti halnya penonton yang menyaksikan idolanya menang atau berhasil dalam sebuah perlombaan, maka ada tepuk tangan meriah dan suara-suara nyaring yang menyertainya.

Pada pembacaan kita saat ini nabi Zakharia menyampaikan kepada umat Tuhan supaya “Bersoraksoraklah dengan suara yang nyaring, hai putri Sion…hai putri Yerusalem.” Artinya bergembiralah dan bersukacitah hai penduduk Yerusalem. Apa maksudnya bagi penduduk Yerusalem untuk bergembira dan bersukacita? Bukankah keadaan mereka sungguh sangat terpuruk dan tidak layak untuk bergembira atau bersukacita.

Kehidupan mereka jauh dari kehidupan yang mereka harapkan, mereka kekurangan makanan dan jatuh miskin, sementara itu Bait Allah yang merupakan tanda kehadiran Allah dan berkat bagi umat-Nya belum lagi dikerjakan.

Pendek kata mereka tidak layak untuk bersukacita atas keadaan yang sedang terjadi. Akan tetapi mengapa mereka harus bersukacita, kata Zakharia “Lihat, rajamu datang kepadamu, Ia adil dan jaya. Ia lemah lembut…” Ini artinya, akan datang raja yang menjumpai umat-Nya, yaitu Dia yang datang dengan keadilan dan kejayaan, tatapi dengan lemah lembut menunjukkan kasih yang besar kepada umat kesayangan-Nya. Adapun makna dari berita ini bahwa umat Tuhan sepatutnya bergembira dan bersukacita atas Dia yang datang menjumpai manusia. Sebab
hanya Dialah yang dapat menggantikan pergumulan menjadi kesukacitaan dan penderitan menjadi kemenangan bagi yang menyambut-Nya.

Sebagai keluarga Kristen, kita tidak luput dari berbagai persoalan hidup yang silih berganti. Berbagai persoalan hidup tidak jarang menggoda dan melemahkan iman percaya kita. Tapi syukur pada Allah, iman kita tidak kalah dengan berbagai persoalan hidup. Ajakan firman untuk bersorak-sorak atau terus bersukacita menunjukkan bahwa kita hidup dalam kemenangan oleh karena Tuhan yang datang menjumpai dan menyelamatkan kita. Amin.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami dengan kasih-Mu yang besar supaya kami senatiasa bersukacita meskipun dihadapkan dengan berbagai beban pergumulan hidup. Amin.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved