Nasional
Ojol Dimutilasi di Bekasi, Kepala hingga Perut Belum Ditemukan, Keluarga Penasaran
Kabar terbaru, kasus mutilasi ojol di Bekasi. Kepala hingga perut belum ditemukan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru kasus mutilasi seorang ojek online ( ojol ) di Bekasi belum diungkap polisi sepenuhnya.
Beberapa bagian tubuh Korban mutilasi bernama Ridho Suhendra, pria lajang berumur 28 tahun belum ditemukan.
Ridho Suhendra merupaka warga Kampung Buwek, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Sebagai informasi, Ridho Suhendra pernah bekerja sebagai kurir makanan aplikasi ojek online.
Keluarga masih penasaran, mengapa pelaku memutilasi Ridho Suhendra?

(Potret Ridho Suhendra, korban mutilasi di Bekasi. (Istimewa)
Polisi mengklaim sudah mengetahui motif pelaku melakukan mutilasi.
Namun detilnya belum diungkap dengan alasan pengamanan bukti penyelidikan.
Beberapa orang pelaku sudah ditangkap dan masih proses pemeriksaan.
Identitas para pelaku juga belum diungkap.
Mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi masih menutup rapat-rapat informasi kematian Ridho Suhendra sampai tiba waktu gelar perkara.
"Kita masih lidik. Paling gak lama lagi kita rilis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.
Lalu, di mana tempat pembuangan kepala, dada, dan perut Ridho Suhendra?
Belum diketahui apakah polisi sudah menemukan lokasi pembuangan sisa tubuh lain Ridho Suhendra: kepala, dada, dan perut.
Termasuk alat apa yang digunakan para pelaku untuk memotong atau melakukan mutilasi tubuh Ridho Suhendra.
Semua informasi itu bakal diungkap polisi ketika gelar perkara.
Yang pasti, semua potongan tubuh Ridho Suhendra telah diserahkan polisi ke RS Polri Kramat Jati.
Hal tersebut sudah dikonfirmasi Kepala Instalansi Forensik RS Polri Kramat Jati, dr Arif Wahyono.
Autopsi potongan tubuh korban mutilasi itu akan dilakukan pada Senin (29/11/2021).
Dibungkus Plastik Hitam
Kasus ini muncul gara-gara penemuan 10 potongan tubuh manusia di depan sebuah bengkel tambal ban.
Lokasi temuan tepatnya di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (27/11/2021).

10 potongan tubuh itu berupa sepasang kaki dan tangan.
Sementara sisa tubuh lainnya belum ditemukan alias masih berada si suatu tempat.
Penemu yang tak disebutkan identitasnya itu curiga dengan sebuah bungkusan plastik di depan bengkel tambal ban yang tutup.
Bungkusan itu berupa plastik hitam.
Dalamnya berupa potongan sepasang kaki dan tangan bagian kiri yang dibalut baju warna hijau dan tali.
Keluarga Korban Mutilasi
Paman korban mutilasi, Zarul Ulia (53) kaget mengetahui kabar buruk yang menimpa keluarganya.
Ridho Suhendra dikabarkan meninggal.
Dia lebih kaget lagi mengetahui Ridho Suhendra dibunuh lalu jenazah dimutilasi.
Kabar itu langsung disampaikan beberapa orang polisi.
Polisi mengetahui identitas Ridho Suhendra melalui sidik jari.
"Semua identitas yang disebutkan itu benar mengarah pada Ridho," ucapnya.
Zarul Aulia mengatakan kali terakhir bertemu Ridho Suhendra pada dua pekan lalu.
Berdasar cerita dari ibu kandung, Ridho pamit ngekos.
Alasannya adalah telah mendapatkan kerjaan.
"Almarhum ini kan belum nikah dan masih tinggal sama orang tuanya," ujarnya.
Ridho pamit tanpa memberitahu keluarga terkait pekerjaan apa dan tinggal di mana.
Ridho pamit hanya membawa tas ransel dan motor.
Nomor Ridho tak aktif lagi sejak hari Kamis (25/11/2021) lalu.
"Terakhir online kelihatan di WA itu hari Kamis, dua hari," katanya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penyebab Kasus Mutilasi Ojol Makanan Bikin Penasaran, Kepala Dada Perut Masih di Suatu Tempat, https://jateng.tribunnews.com/2021/11/28/penyebab-kasus-mutilasi-ojol-makanan-bikin-penasaran-kepala-dada-perut-masih-di-suatu-tempat?page=all&_ga=2.101824577.1199624192.1638017891-1287571463.1638010009.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-korban-mutilasi-ojol-di-bekasi-kepala-dan-bagian-perut-belum-ditemukan.jpg)