Breaking News:

RHK Jumat 26 November 2021

RENUNGAN HARIAN KELUARGA Ulangan 6:16-19 - Melakukan Yang Benar dan Baik Di Mata Tuhan

Keluarga yang dikasihi Tuhan, untuk mencapai suatu tujuan (goal) tentu dibutuhkan berbagai upaya, perjuangan serta menaati berbagai aturan

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Ulangan 6:16-19
"Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.
Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu;
haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,
dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN."
----------------------------------------------

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga yang dikasihi Tuhan, untuk mencapai suatu tujuan (goal) tentu dibutuhkan berbagai upaya, perjuangan serta menaati berbagai aturan yang berlaku (rule) supaya apa yang diharapkan boleh menjadi kenyataan. Sebagai contoh adalah seorang atlet bulu tangkis.

Untuk menggapai gelar juara sang atlet tentunya harus terus mengadakan latihan, mengatur pola makan dan minum, waktu istirahat, dan pada saat bertanding harus mengikuti peraturan dalam pertandingan. Jadi, untuk menggapai suatu tujuan, tidak hanya sekedar berpangku tangan saja tanpa ada upaya yang serius. Tujuan akan dapat dicapai jika disertai dengan upaya, niat yang baik serta menaati segala aturan yang ada.

Demikian halnya dalam kehidupan beriman umat Israel di masa lalu. Untuk menikmati keadaan yang baik serta dapat memasuki dan menduduki tanah Perjanjian (Kanaan) maka umat Israel dituntut untuk tidak mencobai Tuhan, berpegang pada perintah-Nya dan melakukan apa yang benar dan baik di mata Tuhan.

Tuhan menuntut supaya umat-Nya melakukan apa yang benar (right) dan baik (good) di mata Tuhan (in the sight of the Lord), artinya ialah: benar dan baik menurut pandangan Tuhan atau juga menurut kehendak Tuhan. Jadi yang dilakukan adalah benar dan baik bukan menurut pertimbangan diri sendiri, tetapi sesuai dengan kehendak Tuhan. Patokannya adalah pada kehendak Tuhan (sesuai dengan firman-Nya) dan bukan berdasar pada kehendak dan keinginan manusia.

Dalam sejarah Israel, kita dapat menyaksikan bahwa mereka akhirnya boleh memasuki tanah Perjanjian. Itu berarti bahwa mereka taat melakukan apa yang difirmankan Tuhan dan yang pasti Tuhan setia menepati janji-janji-Nya. Melakukan yang baik dan benar di mata Tuhan, itulah juga yang telah dilakukan oleh Raja Hizkia di Yehuda (729 SM-687SM). Ia disebut sebagai raja Yehuda yang berhasil dan tidak ada raja di Yehuda yang dapat disamakan dengan dia.

Dalam 2 Tawarikh 31:20 disebutkan: “Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur dan apa yang benar di hadapan Tuhan, Allahnya.”

Sebagai keluarga Kristen kita juga dituntut untuk melakukan apa yang benar dan baik di mata Tuhan, sebagai respon atas keselamatan yang telah dianugerahkan dalam Yesus Kristus, dan agar segala yang baik dari Tuhan boleh menjadi bagian dalam kehidupan kita. Amin.

DOA: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk melakukan segala sesuatu yang Engkau kehendaki, supaya kehidupan kami berkenan di hadapan-Mu dan Engkau senantiasa menganugerahkan berkat yang kami butuhkan dalam kehidupan kami saat ini. Amin.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved