Kecelakaan Kerja

52 Orang Termasuk Tim Penyelamat Tewas Jadi Korban Kecelakaan Tambang Baru Bara

Terjadi kecelakaan kerja di tempat tambang batu bara di Siberia pada Kamis kemarin.

Editor: Glendi Manengal
AFP PHOTO/ALEXANDER PATRIN
Tim penyelidik dan penyelamat tiba di tambang batu bara Listvyazhnaya, region Kemerovo, dekat kota Belovo, setelah kecelakaan di Siberia pada Kamis (25/11/2021). Hingga Jumat (26/11/2021) diyakini 52 orang tewas termasuk 6 anggota tim penyelamat. Tambang tersebut berisi 285 orang saat insiden terjadi. (AFP PHOTO/ALEXANDER PATRIN) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan kerja di tempat tambang batu bara di Siberia pada Kamis kemarin.

Diketahui sebenyak 52 orang meninggal dunia termasuk para tim penyelaman.

Di wilayah pertambangan terlihat dipenuhi asap.

Baca juga: Masih Ingat Barbie Hsu? Pemeran San Chai di Meteor Garden, Ceraikan Suami & Bagi Aset Rp 487 Miliar

Baca juga: Penyamarannya Sukses Besar, Dikira Tiga Ekor Ular di Atas Pohon, Ternyata Kupu-kupu Spresies Langka

Baca juga: Suami Tak Sadar Ternyata Nikahi Seorang Pria, Punya Paras Cantik hingga Dokter Bongkar Rahasia

Foto : ilustrasi. (istimewa)

Sebanyak 52 orang termasuk enam anggota tim SAR diyakini tewas dalam kecelakaan tambang batu bara di Siberia pada Kamis (25/11/2021).

"Menurut informasi awal, tidak ada seorang pun yang masih hidup di tambang itu," kata kantor berita TASS mengutip sumber di layanan darurat setempat.

Kantor berita TASS, Interfax, dan RIA Novosti semuanya melaporkan 52 orang tewas, menurut laporan AFP.

TASS dan RIA Novosti mengatakan, enam anggota tim SAR termasuk korban tewas.

Para petugas sebelumnya melaporkan, sedikitnya 11 penambang dan tiga anggota tim SAR tewas, sementara 35 orang belum ditemukan setelah kecelakaan di tambang Listvyazhnaya di wilayah pertambangan Kemerovo.

Tambang, dekat kota Belovo di wilayah pertambangan Kemerovo dipenuhi asap pada Kamis dini hari dengan 285 orang berada di dalamnya.

Tim SAR dikerahkan ke lokasi kejadian, tetapi kemudian membatalkan operasi pencarian.

Para petugas berkata, ada ancaman ledakan di tambang.

Komite Investigasi, yang menyelidiki kasus-kasus besar, membuka penyelidikan kriminal terhadap kemungkinan pelanggaran peraturan keselamatan yang menyebabkan kematian.

Penyelidik mengatakan bahwa tiga orang telah ditahan termasuk direktur tambang yang berusia 47 tahun, dan wakil pertamanya yang berusia 59 tahun.

Kecelakaan pertambangan cukup sering terjadi di Rusia dan di seluruh bekas negara Uni Soviet sebagai akibat dari standar keselamatan yang buruk, kurangnya pengawasan terhadap kondisi kerja, dan peralatan era Soviet yang sudah usang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved