Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lawan Covid19

Masyarakat di Kota Besar Enggan Pergi ke Sentra vaksinasi, Ini Strategi yang Akan Diterapkan

Menurut Devie, berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya, masyarakat di kota besar enggan pergi ke sentra vaksinasi karena persoalan teknis.

Tribun Manado/Fernando Lumowa
Vaksinasi Covid-19 di Kota Manado mencapai 100 persen dari target untuk cakupan dosis I. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak masyarakat perkotaan justru ogah mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka Devie Rahmawati dalam kegiatan virtual dialoag KCPEN, Rabu (24/11/2021).

Ketua Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka Devie Rahmawati mengungkap, beredarnya hoaks tak melulu jadi hambatan masyarakat di kota besar enggan untuk menerima vaksin Covid-19.

"Isu bahwa masyarakat enggan vaksin karena misalnya urusan ideologis itu padahal tidak sama sekali. Keengganan masyarakat di Jakarta dan daerah penyangga untuk vaksinasi Covid-19 terkait persoalan teknis," ujarnya dalam kegiatan virtual dialoag KCPEN, Rabu (24/11/2021).

Pangeran Harry dan Meghan Markle Diprediksi Rencanakan Wawancara Kedua dengan Oprah

Menurut Devie, berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya, masyarakat di kota besar enggan pergi ke sentra vaksinasi karena persoalan teknis.

Seperti tidak memiliki kendaraan untuk mengakses sentra vaksinasi serta keseharian masyarakat adalah pekerja harian.

"Ketika sebuah lokasi vaksinasi itu terpusat maka yang terjadi adalah semua orang menuju di sana lalu muncul antrian ketika antri berarti kan butuh waktu lebih lama untuk bisa mendapatkan kesempatan divaksin bagi saudara-saudara kita yang memiliki pendapatan harian ini tentu saja menyulitkan," jelas Devie.

Untuk itulah, diperlukan strategi yang dapat memudahkan masyarakat menerima vaksinasi Covid-19.

Bekerjasama dengan Polri, stakeholder, sektor swasta lain, Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka membuat sentra vaksinasi yang dekat dengan masyarakat.

Seperti di lokasi pos kamling maupun rumah tokoh masyarakat.

"Sehingga hambatan ongkos untuk ke tempat vaksinasi lalu belum lagi kena antrian lama harus beli makanan lalu kemudian yang ketiga harus kehilangan waktu untuk memperoleh pendapatan itu semua bisa diatasi," ungkap dia.

Melalui strategi ini juga diharapkan dapat mengindentifikasi setiap wilayah siapa saja warga yang tidak mau divaksinasi.

"Kalau sudah tahu ada yang tidak mau pasien kami lebih mudah melakukan komunikasi sosial untuk mengatasinya," kata Devie.

Ketua PPNI: Tenaga Kesehatan Harus Kreatif Beri Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Daerah Terpencil

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan pelaksanaan vaksinasi untuk warga yang tinggal di pelosok dan terpencil tidaklah mudah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved