Breaking News:

Tribun Manado Travel

Wisata Ziarah Agama di Sulut: Pastor Martir dan Imam Syahid di Pineleng

Dua objek wisata tersebut adalah Watu Pinantik di Desa Kali dan Makam Imam Bonjol di Desa Lotta.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kecamatan Pineleng di Kabupaten Minahasa punya dua objek wisata religi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kecamatan Pineleng di Kabupaten Minahasa punya dua objek wisata religi.

Kedua objek wisata itu menggambarkan spiritualitas tokoh agama yang menang atas penderitaan dengan modal iman yang teguh.
Kisah martir dan syubada, yang di atas darahnya, ajaran agama dibangun di bumi Minahasa.

Dua objek wisata tersebut adalah Watu Pinantik di Desa Kali dan Makam Imam Bonjol di Desa Lotta. Dua desa tersebut bersebelahan. Ini merupakan simbol dari toleransi antar umat beragama. 

Jejak martir dan syuhada tidak menggoreskan sikap anarkis dan fanatisme yang berlebihan, tapi membuka ruang toleransi dan persahabatan tanpa sekat.

Watu Pinatik merupakan jejak  pekabaran ajaran Katolik di Sulawesi Utaara oleh misionaris dari Spanyol bernama Lorenzo Geralda pada tahun 1639-1645.

Lorenzo datang bersama tentara Spanyol dengan maksud membawa ajaran Katolik ke Desa Kali.

Namun upayanya ditentang masyarakat setempat yang masih beragama alifuru.

Ia ditangkap dan dibunuh. Lorenzo sempat menulis simbol - simbol di beberapa batu sebelum tewas.

Batu itu kini disebut Watu Pinantik. Simbol itu berupa baju kabasaran, rumah adat Minahasa dan lambang gereja katolik. Diduga penulisnya pengikut Lorenzo.

Lokasi itu dulunya jadi lokasi persembunyian orang Spanyol dalam pertempuran dengan suku Tombulu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved