Breaking News:

Berita Sulut

Eks Bupati Sri Wahyumi Ikuti Sidang Dugaan Kasus Penerimaan Gratifikasi Proyek Infrastruktur Talaud

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani sidang dugaan penerimaan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di PN Manado

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Sidang dugaan kasus penerimaan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) yang melibatkan Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani sidang dugaan penerimaan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Pengadilan Manado, Pengadilan Terpadu, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (23/11/2021).

Sri diduga terlibat dalam penerimaan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Kepulauan Talaud, Sulut ketika menjabat sebagai Bupati Talaud periode 2014-2019.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Edy Darma Putra ini beragendakan pemeriksaan saksi teakhir yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, sejumlah 90 saksi dari total 100 saksi sudah diperiksa, kini tinggal 10 saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

Enam saksi dihadirkan secara langsung di PN Manado, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Talaud Johanis Kamagi (46) yang pada tahun 2014-2015 menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Talaud, Staff Ahli Bupati Amos Sasau (56) selaku Plt Kadis PU pada tahun 2015.

Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kepulauan Talaud 2015 Wilmar (46), Sekretaris Pokja periode 2016-2017 Yanir (42), Anggota Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Dinas PU Max Sapiri (44), dan Anggota PPHP Dinas PU Vivah (43).

Sedangkan yang dihadirkan secara daring adalah Deni Martin (47) dan Gina (34) selaku kontraktor asal Talaud, serta Lia Aryani (43) dan Deni Maryanto (42) selaku pegawai Perusahaan Perumahan Citra Grand Cibubur, Jakarta Timur.

Salah seorang saksi bernama Wilmar mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendengar bahwa pemenang proyek pekerjaan infrastruktur sudah ditentukan.

"Pernah dengar ada yang bilang kalau pemenang pekerjaan proyek sudah diarahkan di belakang. Kami sendiri dari Pokja hanya dilibatkan ketika evaluasi," kata salah seorang saksi bernama Wilmardi depan Majelis Hakim.

Salah seorang saksi bernama Gina yang pekerjaannya sebagai wiraswasta merupakan salah satu pemenang proyek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved