Breaking News:

Berita Sulut

Tol Laut Berhasil Tingkatkan Perdagangan Komoditas, Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Nusa Utara

Salah satu wilayah yang disasar Tol Laut ialah Kepulauan Nusa Utara yang meliputi tiga kabupaten, yakni Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Talaud

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Yahya Kuncoro (kedua dari kanan), GM Pelni Bitung, Djasman dan jajaran. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Program Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo mampu membuka konektivitas, akses perdagangan dan mengurangi disparitas harga barang di daerah berstatus 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan).

Program tersebut memberi manfaat bagi masyarakat di Kepulauan Nusa Utara, Sulawesi Utara.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni), Yahya Kuncoro menjelaskan, sejak tahun 2015 Pelni dipercaya Pemerintah RI menjalankan program Tol Laut.

Salah satu wilayah yang disasar Tol Laut ialah Kepulauan Nusa Utara yang meliputi tiga kabupaten, yakni Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Yahya mengatakan, kehadiran Tol Laut secara bertahap mampu meningkatkan konektivitas perdagangan komoditas sekaligus mengurangi disparitas harga barang dan kebutuhan pokok di wilayah berstatus 3TP tersebut.

"Di Tahuna misalnya, harga sementara yang awalnya Rp 80 ribuan per sak, saat ini sudah Rp 60 ribuan per sak. Ada penurunan 15 persen," ujar Yahya kepada Tribunmanado.co.id, Senin (22/11/2021).

Contoh lainnya, beras yang awalnya Rp 9 ribuan per liter sebelum ada program Tol Laut, saat ini Rp 7 ribuan per liter.

Selain itu, Tol Laut mampu mendorong perdagangan komoditas dari wilayah tadi. Buktinya, muatan balik dari Kepulauan Nusa Utara lumayan besar.

"Rata-rata muatan balik dari Tahuna dan sekitarnya ke Bitung maupun ke Surabaya itu 55 persen. Artinya, ada perimbangan," kata Yahya.

Jika kapal dari Surabaya dan Bitung membawa barang dan bahan kebutuhan pokok, maka muatan balik berupa komoditas perikanan dan pertanian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved