Breaking News:

Berita Sitaro

Langkah Dinkes Sitaro dan Puskesmas Cegah Penyebaran Kasus DBD

Sejak Maret 2021 lalu, telah terjadi 11 kasus DBD dengan dua angka kematian, masing-masing di wilayah Siau dan Tagulandang.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Petugas kesehatan membagikan abate di salah satu Sekolah Dasar di Kelurahan Paseng Kecamatan Siau Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus meluas.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro mencatata, sejak Maret 2021 lalu, telah terjadi 11 kasus DBD dengan dua angka kematian, masing-masing di wilayah Siau dan Tagulandang.

Rentetan kasus DBD hingga berunjung pada peristiwa kematian ini mulai disikapi Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro dengan melakukan serangkaian upaya pencegahan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, Conny Bawotong mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi di masyarakat terkait kebersihan lingkungan.

"Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah terkait rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air dan mengubur benda-benda yang bisa menimbulkan genangan air atau 3M," ungkap Bawotong, Selasa (23/11/2021).

Dia menyebut, sejauh ini Dinas Kesehatan telah menurunkan surat kepada pemerintah kelurahan dan kampung melalui 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sitaro yang isinya terkait imbauan membersihkan lingkungan.

"Langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan membersihkan lingkungan untuk menjaga perkembangbiakan jentik nyamuk. Makanya hal ini yang terus kita sampaikan ke masyarakat," ujar Bawotong.

Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan Dinas Kesehatan adalah dengan melakukan penyemprotan cairan insektisida atau fogging di wilayah-wilayah yang terdapat kasus DBD.

"Seperti yang kita lakukan baru-baru ini di Kelurahan Bahu dan beberapa tempat lainnya. Fogging bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa yang jadi penyebab timbulnya penyakit DBD," terang Bawotong.

Menurut Bawotong, salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Sitaro selang beberapa waktu ini sebagai dampak perubahan cuaca.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved