Liga Champions

Kata Michael Carrick Soal Persiapan Manchester United Jelang Laga Lawan Villareal di Liga Champions

Kata Micahel Carrick Soal Persiapan Manchester United Jelang Laga Lawan Villareal di Liga Champions.

Martin Rickett / POOL / AFP
Manajer Norwegia Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kanan) berbicara dengan pelatih tim utama Inggris Manchester United Michael Carrick selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Sheffield United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 24 Juni 2020. Martin Rickett / POOL / AFP 

Skema 4-2-3-1 yang kembali dipakai Ole, tak berjalan maksimal saat melawan Watford, justru, mereka dikalahkan dengan skor mencolok 1-4 oleh tim yang diarsiteki oleh Claudio Ranieri tersebut.

Dengan bermain 3-5-2, Setan Merah bisa saja berhasil mengalahkan Villareal yang gaya bermainnya hampir mirip dengan Tottenham saat masih ditukangi Nuno.

Pelatih Villareal, Unai Emery dan Nuno sama-sama bermain pragmatis, tak ada progresi serangan cepat dari kaki ke kaki seperti yang dilaukan Guardiola saat mempermalukan United.

Di posisi 3 bek, Harry Maguire akan menjadi tulang punggung lini pertahanan Setan Merah ditemani Eric Bailly dan Aaron Wan Bissaka.

Kenapa Wan Bissaka di tengah? karena pemain asal inggris memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik.

dengan skema 3 bek, selayaknya ia lebih diandalkan Carrick untuk bertahan di tengah, dari pada menjadikannya wing back.

Ia akan lebih cocok jika dimanfaatkan seperti peran seperti Cesar Azpilicueta di Chelsea.

Di tengah, sektor wing back bisa diisi oleh Alex Telles dan Jadon Sancho.

Nama Alex Telles dipilih karena pemain asal Brasil itu mempunyai kualitas dribble dan akurasi umpan yang baik.

Itu yang menjadi alasan Setan Merah, memboyongnya dari FC Porto dengan banderol 15 juta poundsterling.

Ia dapat menjadi pengganti sepadan Luke Shaw yang dikabarkan akan absen lantaran mengalami cedera.

Lalu, nama Jadon Sancho dipilih karena pemain asal inggris itu terbukti mampu menjadi pemain sayap yang handal saat bermain di Dortmund.

Pakem 3-5-2 memang memaksa Sancho untuk tampil lebih ke belakang, meski akan menuai kritik tajam, namun opsi tersebut sebenarnya cukup rasional untuk dipakai.

Sebagai pemain yang beposisi sebagai winger murni, Sancho tidaklah lalai untuk membantu pertahanan, ia rajin melakukan pressing ke lawan dengan statistik 2.21 pressing per pertandingannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved