Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penganiayaan

Perempuan 21 Tahun Menjerit di Rumah karena Suami, Baru 2 Bulan Mereka Menikah Sudah Terjadi KDRT

Suara jeritan perempuan 21 tahun terdengar hingga ke rumah tetangga. Penyebab karena Suami, Baru 2 Bulan Mereka Menikah Sudah Terjadi KDRT.

Istimewa/ Muslim via TribunJabar.id
Korban KDRT. Seorang suami di Cianjur tega menyiramkan air keras kepada istrinya hingga mengalami luka bakar serius, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru dua bulan menikah, seorang perempuan sudah menjadi korban KDRT

Perempuan 21 tahun itu kemudian menjerit minta tolong dari dalam rumah. 

Penganiayaan ini terjadi di Cianjur.

Baca juga: Reaksi Tak Biasa Pria Paruh Baya Saat Digerebek Habis Main Sama Teman Wanita di Kamar Hotel: Iya pak

Baca juga: Gempa Tadi Pukul 04.14 Senin 22 November 2021, Guncang Wilayah Maluku, Ini Info BMKG Magnitudonya

Baca juga: Pagi Ini Sebaiknya Membaca 4 Doa Ini, Berikut Bacaan dan Terjemahannya

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (SHUTTERSTOCK)

Seorang suami di Cianjur melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penyebabnya diduga karena cemburu. 

Seorang suami di Cianjur tega menyiram air keras kepada istrinya hingga mengalami luka bakar serius, Sabtu (20/11/2021).

Setelah menyiramkan air keras sang suami yang belakangan diketahui warga negara Timur Tengah langsung kabur dan kini dalam pencarian pihak kepolisian.

Korban diketahui bernama Sarah (21) warga Kampung Munjul RT 02/07, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Sang suami yang kini dalam pencarian berinisial AL (29).

Ia diketahui seorang warga negara asing (WNA) yang baru membina bahtera rumah tangga kurang dari dua bulan.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sempat mengagetkan warga setempat itu diduga berawal dari cekcok karena sang suami menuduh sang istri berselingkuh dengan pria lain, hingga terjadi peristiwa yang menyebabkan sang istri harus menanggung cacat fisik seumur hidup.

Ilustrasi korban penganiayaan

Ilustrasi korban penganiayaan (Tribun Jambi)

Baca juga: Kemnaker RI Dikecam karena Dianggap Rendahkan Anak Magang: Kamu Mau Singkirin Aku, Enggak Bisa Say

Baca juga: Subscriber YouTubenya Dilampaui Ria Ricis, Atta Halilintar: Dalam Hati Udah Nggak Ada Iri

Baca juga: Hasil Bola Tadi Malam: Man City Mengamuk, Real Madrid Pecundangi Granada, Inter Milan Nodai Napoli

Ketua RW setempat Endang Sulaeman mengatakan, kronologis kejadian berawal dari jeritan korban seperti tengah mengalami tindak kekerasan.

"Itu awalnya korban menjerit kesakitan dan meminta tolong kepada warga. Kemudian tetangga termasuk saya yang tak jauh dari rumahnya juga ikut keluar rumah," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved