Breaking News:

Penanganan Covid

Long Covid, Indra Penciuman Jutaan Penyintas Tak Kunjung Pulih, Peneliti Anggap ini Masalah Serius

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala tersebut.

Editor: Indry Panigoro
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel dengan metode swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+ (ilustrasi penanangan covid) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap harinya tetap ada saja penambahan kasus baru.

MEski begitu banyak juga yang sembuh.

Sayangnya, banyak pula dari para penyintas covid yang mengalami long covid pasca terpapar covid.

Misalnya belum kembalinya indra penciuman.

Diketahui, gejala Covid-19 yang paling umum salah satunya adalah anosmia atau hilangnya kemampuan mencium.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala tersebut.

Pasalnya, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery, diperkirakan sebanyak 700.000 hingga 1,6 juta orang di Amerika Serikat yang terinfeksi virus corona mengalami gangguan indra penciuman selama lebih dari enam bulan.

Namun, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis memperkirakan jumlahnya mungkin lebih dari itu.

Para peneliti menganggap kondisi ini sebagai masalah yang serius.

Sebagai perbandingan, data sebelum pandemi tercatat hanya 13,3 juta orang berusia 40 tahun ke atas yang mengalami disfungsi penciuman (OD) atau disfungsi penciuman kronis (COD).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved