Breaking News:

Berita Sulut

Dialog Lintas Agama Konas FKUB VI Diharapkan Mampu Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Sulut

Konferensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) VI se-Indonesia di Sulawesi Utara (Sulut) masih berlangsung.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag) Wawan Djunaedi dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Evans Steven Liow, Minggu (21/11/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Konferensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) VI se-Indonesia di Sulawesi Utara (Sulut) masih berlangsung.

Untuk rangkaian acara pada Minggu (21/11/2021) diadakan Dialog Lintas Agama Dalam Rangka Penguatan Moderasi Beragama.

Menurut Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag) Wawan Djunaedi mengatakan dialog lintas agama ini diadakan untuk memperluas dan memperdalam wawasan moderasi beragama Kemenag ini berdasarkan pada nilai-nilai universal agama-agama yang sudah ada.

"Kami yakin para tokoh agama sudah paham betul hal ini, namun tujuan kami ke sini agar bisa moderasi beragama bisa diresonansi oleh para tokoh agama kepada umat dan stakeholder," jelas Wawan ketika diwawancara Tribunmanado.co.id.

Dialog lintas agama ini hanya merupakan permulaan yang nantinya akan menjadi program Kemenag yaitu dialog karya.

"Nantinya akan kami tindaklanjuti dengan mengadakan banyaknya perjumpaan para umat lintas agama sehingga mereka bisa lebih paham menumbuhkan toleransi di tengah masyarakat," lanjut Wawan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Evans Steven Liow mengungkapkan diadakannya dialog lintas agama yang merupakan rangkaian acara Konferensi Nasional FKUB VI di Sulut ini harapannya bisa menjadikan Sulut sebagai tempat dialog lintas agama internasional.

"Harapannya Sulut juga bisa menjadi contoh dalam membangun kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama, juga pembinaan pemerintah kepada masyarakat melalui tokoh-tokoh agama," kata Steven.

Kerukunan umat beragama di Sulut juga diharapkan bisa mendorong percepatan pembangunan serta menimbulkan suasana yang kondusif.

Meskipun Sulut sudah terkenal akan kerukunan umat beragamanya, Steven menganggap dialog lintas agama masih sangat diperlukan untuk merawat kerukunan.

"Kehidupan beragama harus betul-betul kita jaga dan rawat dengan intens. Kita juga harus merajut perbedaan pandangan dan penyekat," tambah Steven.

Hal tersebut penting untuk dilakukan karena kita hidup di Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan harus mau hidup dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.(*)

Baca juga: Wali Kota Maurits Mantiri: 22 Desember Berlaku PPKM Level III di Bitung

Baca juga: Kabar Syahrini, Kini Ungkap Alasan Dirinya Mampu Buat Reino Barack yang Kaku Jadi Sering Tersenyum

Baca juga: KISAH Pasangan Alami Musibah Jelang Pernikahan, Calon Suami Minta Sang Kekasih untuk Meninggalkannya

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved