Breaking News:

Berita Kotamobagu

Dinsos Kotamobagu Mengaku Kesulitan Mendata para PSK

"Mereka tertutup. Kadang nama mereka diganti bukan nama sebenarnya, tetapi yang kami dapati di lapangan, kebanyakan dari luar."

Penulis: Sriyani Buhang | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Sriyani Buhang
Kepala Bidang Rehabilitas Perlindungan dan Jaminan Sosial, Umarudin Mokoagow. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dinas Sosial Kotamobagu mengaku kesulitan mengidentifikasi Pekerja Seks Komersial di Kotamobagu.

Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Bidang Rehabilitas Perlindungan dan Jaminan Sosial, Umarudin  Mokoagow S.Sos, saat ditemui Tribun Manado di ruang kerjanya, Kamis (18/11/2021).  

Kata dia, kesulitan ini dikarenakan para PSK tersebut tidak mau terbuka. 

"Mereka tertutup. Kadang nama mereka diganti bukan nama sebenarnya, tetapi yang kami dapati di lapangan, yang menjalankan profesi sebagai wanita Tuna Susila itu kebanyakan orang dari luar daerah bukan dari Kotamobagu," ujar dia. 

Saat ini, data yang pihaknya miliki ada 2 PSK di Kotamobagu.

"Walaupun sudah diberitahukan kepada mereka untuk mendapatkan bantuan berupa Pembinaan dan juga akan diangarkan, namun kendalanya itu mereka sanggat tertutup," katanya lagi. 

Tentang Kotamobagu

ota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Jarak Kotamobagu ke Kota Manado yakni 171,2 km, atau memakan waktu sekitar 5 jam 2 menit perjalanan dengan kendaraan.

Sumber pendapatan utama kota ini adalah padi dan jagung.

Kota Kotamobagu mencakup wilayah daratan dan kepulauan dengan total luas daratan 184.33 km2.

Masyarakat Kota Kotamobagu sebagian besar adalah etnis Bolaang Mongondow.

Saat ini Kotamobagu dipimpin oleh Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved