Breaking News:

Berita Bitung

Curhat Warga Bitung, Belum Menerim Ganti Rugi Lahan Jalan Tol

Sejak tahun 2016 sampai tahun 2021, mereka mengaku belum menerima pembayaran ganti rugi pembebasan lahan untuk jalan tol.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Keluarga Awondatu saat mengadu masalah lahan jalan tol ke DPRD Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Mona, Sandra dan Agus Awondatu warga pemilik lahan di Kelurahan Kakenturan II, Kecamatan Maesa yang telah disulap jadi jalan tol Manado Bitung menuntut keadilan ganti untung di DPRD Bitung, Senin (15/11/2021).

Dalam keterangannya, Mona Awondatu sampaikan masalah lahan tersebut ada di pembayaran.

Sejak tahun 2016 sampai tahun 2021, mereka mengaku belum menerima pembayaran ganti rugi pembebasan lahan untuk jalan tol.

"Kami belum menyetujui harga yang ditetapkan, karena disatu bidang lahan ada dua harga."

"Pertama rp 60 ribu per meter ada yang rp 500 ribu per meter, serta isinya," keluh Mona Awondatu saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, di depan gedung A kantor DPRD Bitung jakan RE Martadinata Bitung, Senin (15/11/2021).

Inilah yang membuat keluarga bingung, ada dua harga di lahan milik mereka.

Selain itu masalah lainnya, ada sebidang lahan seluas 1 hektar sudah di jadikan jakan tol namun tidak diakui mereka sebagai pemilik lahan.

Total lahan keluarga Awondatu di Kelurahan Kakenturan II, 4.300 meter.

Belum ada persetujuan harga, dengan keluarga uang ganti rugi sudah dititip ke pengadilan negeri Bitung.

"Kami keluarga, belum tau waktu penitipan uang ganti rugi pembebasan lahan untuk jalan tol 14 hari," tambah Mona Awondatu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved