Breaking News:

RHK Senin 15 November 2021

BACAAN ALKITAB Yakobus 1:2 - Bahagia di Tengah Cobaan

Perjalanan hidup umat manusia, tidak ada yang lurus-lurus saja atau baik-baik saja. Selalu ada lika liku kehidupan.

Editor: Aswin_Lumintang
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

  Yakobus 1:2
TRIBUNMANADO.CO.ID - Perjalanan hidup umat manusia, tidak ada yang lurus-lurus saja atau baik-baik saja. Selalu ada lika liku kehidupan. Tak jarang kerikil tajam merintang, badai dan gelombang menerjang, pencobaan menghadang, serta berbagai persoalan hidup menerpa.

Tak terkecuali bagi umat Kristen, orang-orang yang percaya Tuhan Yesus. _"Tak pernah Tuhan janji, hidupmu takkan berduri dan lautan tenang.Tapi Dia berjanji 'kan selalu serta kita dan menuntun jalan hidup kita."_ Demikian syair sebuah lagu rohani.

ilustrasi
ilustrasi ()

Artinya, cobaan atau pencobaan serta berbagai persoalan hidup, selalu menjadi "teman hidup" orang percaya. Apalagi panggilan orang percaya kepada Tuhan Yesus juga harus siap memikul salib. Sehingga, mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan diperhadapkan oleh berbagai pencobaan dan persoalan hidup dari yang ringan, sampai yang pelik. Dari, yang kecil sampai yang maha dahsyat, dalam berbagai dimensi kehidupan umat manusia, termasuk kita orang Kristen.

Karena itu, Yakobus sebagai hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus memperingatkan kita agar jika kita jatuh dalam pencobaan atau diperhadapkan dengan berbagai-bagai persoalan hidup, jalanilah dalam kebahagiaan. Berbahagialah kita jika kita mengalami berbagai-bagai pencobaan hidup.
Demikian firman Tuhan hari ini.

  "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan," (ay 2)

Cobaan, badai hidup dan berbagai persoalan kehidupan umat manusia merupakan kepastian. Kita tahu persolan-persoalan hidup itu tiada henti menerpa hidup kita. Karena itu sudah seharusnya kita siap sedia menghadapi kondisi yang "kurang menguntungkan" itu.

Advis dari Yakobus adalah, kita harus "menikmati" proses pencobaan itu dengan selalu hidup bahagia. Kita harus menjalani proses itu dengan hidup bahagia meski harus melewati berbagai persoalan hidup.

Karena cobaan hidup merupakan sebuah keniscayaan, maka sudah seharusnya kita mempersiapkan diri menghadapinya dalam ucapan syukur. Hidup dalam ucapan syukur dan diliputi kebahagiaan, haruslah menjadi senjata dan alat bagi kita menghadapi kepastian akan datangnya pencobaan itu.

Sebab jika kita menghadapi semuanya itu dalam keluh kesah, sakit hati dan cara-cara yang tidak bersyukur, cobaan itu akan mengancam bahkan bisa merenggut kehidupan kita. Maka kita harus siap menghadapi semuanya itu dengan hidup dalam ucapan syukur dan bahagia dalam segala hal.

Apapun pencobaan dan persoalan hidup yang kita hadapi, saat ini maupun di masa yang akan datang, jejalilah itu sesuai advis Yakobus itu. Apalagi Alkitab mengajarkan kita selalu hidup dalam ucapan syukur di setiap kehidupan kita, baik suka maupun duka.

Jadi, bahagia dalam segala situasi atau di setiap musim kehidupan umat manusia, merupakan pengajaran kehidupan ke Kristenan. Mengapa? Karena kita yakin Allah turut bekerja di setiap musim kehidupan kita.
Tuhan Yesuslah kekuatan kita ketika kita menghadapi setiap persoalan hidup. Seberat apapun cobaan dan tantangan hidup kita, Dia pasti menolong kita.

Semakin berat pergumulan yang kita hadapi, maka semakin besar berkat yang akan kita terima dari Tuhan, asal kita tetap bahagia dan mengucap syukur menghadapi setiap musim kehidupan kita. Bahagia yang dimaksud adalah tetap hidup dalam Tuhan.

Jadilah kita sebagai orang beriman yang selalu bahagia menghadapi segala cobaan hidup. Sebab Tuhan pasti menyertai dan memberkati kita dalam segala kehidupan kita, sekarang sampai selamanya. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, mampukan kami hidup bahagia menghadapi segala pencobaan hidup kami, dan berkatilah kami selalu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved