Breaking News:

RHK Minggu 14 November 2021

BACAAN ALKITAB Yakobus 1:1 - Panggilan Kehambaan

Surat Yakobus ditulis sekitar tahun 62 Masehi. Penulisnya adalah Yakobus. Namun kemungkinan bukan Rasul Yakobus, murid Yesus.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

  Yakobus 1:1
TRIBUNMANADO.CO.ID - Surat Yakobus ditulis sekitar tahun 62 Masehi. Penulisnya adalah Yakobus. Namun kemungkinan bukan Rasul Yakobus, murid Yesus. Tapi Yakobus saudara Yesus. Isi kitab Yakobus menekankan tentang hal iman. Yakobus menekankan bahwa iman haruslah disertai perbuatan. Karena iman tanpa perbuatan adalah mati.

Yakobus penulis kitab ini tidak menyebut dia sebagai rasul. Dia hanya menuliskan bahwa dia "hanya" seorang hamba atau doulos Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Dia mengajarkan kita agar hidup dalam kehambaan dan kerendahan hati. Kita harus memiliki hati sebagai hamba, dan kita haruslah menjadi hamba yang setia di hadapan Tuhan Yesus.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Yakobus menekankan keberadaanya sebagai seorang hamba atau Doulos Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus, dimaksudkan sebagai rasa dan tanda kerendahan diri dan hatinya di hadapan Tuhan Yesus, dan bahwa dia pasrah bertelut dan sujud di hadapan Allah Bapa, Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus.

Kehambaan inilah yang hendak diangkat Yakobus, agar orang Kristen hidup dalam kerendahan hati, dalam kehambaan dan dalam kasih yang tulus, murni dan setia kepada siapapun juga.

Semua kita adalah hamba Tuhan yang telah dipanggil untuk melayani Dia. Maka janganlah kita mangkir dari panggilan kehambaan, tapi hendaklah terus dan selalu setia kepadanya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan."  (ay 1)_
Surat Yakobus ini memang diperuntukan bagi umat Israel yakni kedua belas suku yang ada di perantauan, agar mereka tetap hidup dalam kasih karunia Kristus.

Hamba atau Doulos di zaman jemaat mula-mula, tergolong dalam "kasta" manusia yang paling rendah. Karena hidupnya sudah terbeli dan nasibnya ada di tangan tuannya. Apa saja yang diinginkan oleh tuannya, harus dilakukan oleh para budak itu. Jadi, hamba yang dimaksudkan oleh Yakobus adalah budak. Dia menyamakan dirinya dengan budak, dengan nilai harga dirinya sangat rendah. Dia ingin menjadi budak Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus.

Itu artinya dia hidup tunduk sepenuhnya kepada Tuhan. Hidup matinya, hanya oleh dan untuk Tuhan. Dia pasrah pada bentukan Tuhan dalam hidupnya dan melakukan pekerjaan kehambaannya dalam ketaatan, kesetiaan dan ketulusan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Yakobus hendak menyatakan bahwa Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus layak, pantas dan harus disembah. Dia mau tunduk sepenuh-penuhnya dalam bentukan, keinginan dan kehendak Kristus.

Yakobus mengajarkan sekaligis ingin memberi contoh dan teladan kepada kita, bahwa meski tugas kehambaan itu, berat, besar dan terkadang dipandang hina, namun kita tetap sabar, rendah hati, setia dan taat mengikuti jalan-jalan Tuhan. Apa saja yang Tuhan mau dari kita, lakukanlah dalam ketulusan dan kesungguhan hati.

Kita semua sebagai orang Kristen adalah hamba Tuhan. Marilah kita menjadi hamba yang sejati, meski harus menderita memikil salib, tapi tetap harus sabar. Sebab Allah yang mahakuasa di dalam Tuhan Yesus Kristus akan menyertai dan membuat segala sesuatu yang kita kerjakan berhasil.

Sebagai keluarga dan jemaat Kristen, marilah kita tunaikan tugas pelayanan kita dalam kehambaan, yakni dalam kerendahan hati, cinta yang tulus dan kehidupan yang penuh damai sejahtera. Lakukanlah kehendak Tuhan, layanilah jemaat, puji dan muliakan Dia. Itulah yang berkenan di hadapan-Nya. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, tuntunlah lami agar senantiasa menjadi contoh dalam segala aspek kehidupan kami, dari semua nama Tuhan dimuliakan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved